-->

Breaking

logo

September 4, 2020

Dalang Utama Peristiwa Penyerangan Polsek Ciracas, Prada MI Belum Juga Ditetapkan Sebagai Tersangka, Kenapa?

Dalang Utama Peristiwa Penyerangan Polsek Ciracas, Prada MI Belum Juga Ditetapkan Sebagai Tersangka, Kenapa?

NUSAWARTA - Meski diduga kuat menjadi dalang penyerangan Polsek Ciracas, oknum TNI AD Prada MI hingga saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu lantaran sampai saat ini belum ada pemeriksaan terhadap Prada MI.

Sampai sejauh ini, yang bersangkutan hanya dimintai keterangan yang mengarah pada penyebaran berita bohong atau hoax.

Demikian disampaikan Komandan Polisi Militer Kodam Jaya Kolonel CPM Andrey Swatika Yogaswara, di Jakarta, Kamis (4/9/2020).

“Peningkatan status (tersangka) terhadap Prada MI sampai sekarang belum diterapkan karena alasannya masih dalam perawatan kesehatan di Rumah Sakit Rodwan Meureksa,” tuturnya.

Lantaran masih menjalani perawatan medis, sehingga belum memenuhi syarat untuk dilakukan pemeriksaan intensif.

“Karena itu, penyidik masih menunggu kondisi kesehatan Prada MI membaik,” ungkap Komandan Puspom TNI AD (Danpuspomad) Letjen Dodik Wijanarko.

Dodik menegaskan, luka yang dialami Prada MI murni disebabkan kecelakaan tunggal, bukan dianiaya.

Hal itu didapat berdasarkan oleh TKP yang dilakukan Detasemen POM Jaya II dan Polres Metro Jakarta Timur.

“Didukung dengan hasil keterangan visum dokter dan rekaman CCTV serta dikuatkan dengan keterangan 9 saksi,” sambung Dodik.

Sebelumnya, Danouspomad TNI AD Letjen Dodik Widjanark menyebut, pihaknya sudah memeriksa 51 oknum prajurit TNI terkait kasus penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur.

Hasilnya, 29 oknum prajurit TNI dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

“Saat ini yang statusnya naik sebagai tersangka dan diajukan penahanan sebanyak 29 personel,” ungkap Dodik.

Sementara, 21 orang lainnya hingga saat ini masih berstatus saksi.

“Satu orang dikembalikan (dari penahanan) karena statusnya murni saksi,” imbuh dia.

Kendati demikian, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap 21 orang dimaksud.

Pasalnya, pihaknya meyakni bahwa masih ada tersangka lain dalam peristiwa tersebut.

“Dari 51 personel yang diperiksa, semuanya berasal dari 19 satuan,” ujarnya.

“Proses penyidikan masih terus berjalan, sampai tuntas semuanya,” tandas Dodik. [pjst]