-->

Breaking

logo

September 8, 2020

Deklarasi KAMI Jabar, Gatot Nurmantyo: Saya Ini Memang Gila

Deklarasi KAMI Jabar, Gatot Nurmantyo: Saya Ini Memang Gila

NUSAWARTA - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jawa Barat penuh drama. Awalnya mau digelar di gedung pertemuan, tapi dibatalkan pengelola gedung. Pindah ke hotel, dibatalkan juga. Gatot Nurmantyo kecewa tapi tidak marah, malah tertawa.

Deklarasi KAMI Jabar terpaksa digelar dengan amat sederhana di rumah mantan Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat, di Sukajadi, Bandung, kemarin. Tak ada panggung besar ataupun podium. Benar-benar sederhana.

Gatot, yang hadir bersama Din Syamsuddin dan Komite Khittah NU 1926 Rochmat Wahab, duduk bertiga dalam satu kursi. Mereka dinaungi tenda putih. Di depannya, ada meja yang di atasnya berisi kue, cangkir minuman, serta air mineral botol ukuran sedang. Sementara, masyarakat yang hadir, duduk di kursi lipat merah. Tapi, tak banyak kursi. Sisanya terpaksa berdiri. Jarak antara orang per orang cukup rapat. 

Penanda acara deklarasi itu hanya spanduk merah putih bertuliskan "Deklarasi KAMI Jawa Barat" yang ada di seberang Gatot cs. Itu pun sebagian besar tertutup rombongan pemain angklung yang menyanyikan lagu-lagu nasional dan perjuangan. 

Deklarasi dilakukan tanpa basa-basi. Setelah lagu "Halo-Halo Bandung" selesai dimainkan, Gatot langsung maju, nyempil di tengah-tengah para pemain angklung. Dia kemudian diberi mikrofon berbalut kain merah putih. "Langsung sambutan saya?" tanya Gatot, yang mengenakan batik hitam lengan panjang kombinasi emas dan kopiah di kepalanya. Hadirin tertawa. 

Gatot mengaku hadir dalam deklarasi itu karena berutang pada "Bumi Pasundan". "Saya dilahirkan di Bumi Siliwangi, meniti karier di Bandung, Bogor, Pandeglang, Dayeuhkolot." "Karena utang itulah saya datang, saya ingin berbuat," imbuh Gatot. 

Selesai sambutan, Gatot cs langsung menuju ke Gedung Sate. Di halaman ikon Kota Bandung itu, simpatisan KAMI menggelar aksi memprotes larangan deklarasi. Gatot cs tiba pukul 12.30 WIB. Kedatangannya disambut meriah oleh massa yang kebanyakan mengenakan setelan merah putih. Takbir hingga ucapan "hidup Gatot" terdengar berkali-kali. 

Gatot langsung naik ke atas truk orator. Diapit dua orang yang memegang bendera merah putih, Gatot bersuara. Dia mengungkapkan, ketika mendapat laporan batalnya deklarasi KAMI di Gedung Balai Sartika, dirinya mengucapkan Alhamdulillah sebanyak 10 kali sambil tersenyum. "Teman saya bilang, gila. Saya memang gila," seloroh Gatot. 

Hal yang sama dilakukannya saat deklarasi yang rencananya digelar di Hotel Grand Pasundan, kembali batal karena mendadak tak diizinkan. Kali ini, alhamdulillah dan senyumnya kian banyak; 100 kali. "Gelooo," ucapnya lagi. 

Gatot mengucapkan syukur dan senyum karena yakin Allah punya rencana yang lebih baik. "Seratus ribu kali lebih baik," tuturnya, disambut pekikan takbir dari massa.

"Dibuktikan benar, deklarasi ada di rumahnya Saudara Jumhur tetapi aksi ada di tempat ini. Itulah cara Allah SWT. Jadi harus yakin perjuangan kita pasti diridhai Allah," tegas Gatot yang kembali disambut pekikan takbir, lebih keras. 

Gatot mengingatkan, KAMI adalah gerakan moral. Senjatanya juga KAMI; Kekuatan Akal Manusia Indonesia. 

Dia pun meminta jangan ada yang alergi dengan kehadiran KAMI. Simpatisannya, juga diimbau jangan mengedepankan emosi dalam menghadapi pihak-pihak yang tidak suka gerakan itu. "Kita tidak butuh pengakuan. Kita buktikan saja," tegas Gatot. 

Din Syamsuddin melontarkan imbauan serupa. Sebagai gerakan moral, para simpatisan KAMI pun harus menunjukkan nilai-nilai moral. "Maka kita kedepankan akal pikiran. Jangan otot, pakailah otak," pesannya. [rmco]