-->

Breaking

logo

September 8, 2020

Deklarator KAMI: Tolong Hentikanlah Kalian Membayar Aksi-aksi Penolakan Deklarasi KAMI!

Deklarator KAMI: Tolong Hentikanlah Kalian Membayar Aksi-aksi Penolakan Deklarasi KAMI!

NUSAWARTA - Ada pihak-pihak yang tidak suka dengan keberadaan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Demikian disampaikan Sekretaris Badan Pekerja KAMI, Syahganda Nainggolan.

Hal itu menyusul adanya aksi dari massa bayaran yang menolak deklrasi KAMI Jawa Barat di Kota Bandung, Senin (7/9/2020) kemarin.

Pernyataan itu disampaikan Syahganda melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (7/9/2020).

“Berhentilah kalian membayar aksi-aksi menolak KAMI. Kalau kalian dicintai rakyat jangan resah dan sinis terhadap KAMI,” tulis @syahganda.

Dalam cuitan itu, Syahganda juga mengunggah sebuah video interogasi seorang pemuda yang ikut dalam aksi penolakan KAMI di depan Gedung Sate.

Pemuda itu mengaku dirinya dibayar Rp100 ribu untuk melakukan aksi menolak KAMI.

Pria berambut gondrong itu mengaku sebagai mahasiswa dari salah satu kampus di Bandung.

Kepada para perekam, pria tersebut mengaku dibayar Rp100 ribu untuk memotret banner yang dibentangkan peserta deklarasi KAMI.

Meski demikian, pria tersebut tidak menjelaskan detail untuk apa potret tersebut diambil.

Karena itu, ia memita pemuda dan mahasiswa jangan mau dibayar untuk ikut aksi demonstrasi menolak KAMI.

“Dan para pemuda, mahasiswi/mahasiswa dll di seluruh nusantara jangan pernah mau disuruh demo KAMI dibayar!” ujarnya.

“Meski hidup susah, jaga martabat,” sambung dia.

Untuk diketahui, deklarasi KAMI Jabar sebelumnya akan digelar di hotel di Hotel Grand Pasundan, Kota Bandung.

Akan tetapi, acara itu kemudian dibatalkan lantaran disebutkan bahwa manajemen hotel membatalkan sepihak.

Acara yang kemudian dipindah ke ke Balai Sartika juga gagal lantaran tak memperoleh izin dari Sagas Covid-19 Jabar.

Akhirnya, deklarasi pun dilakukan di salah satu rumah warga yang menjadi simpatisan KAMI Jabar.

Acara deklarasi itu juga dihadiri Presidium KAMI Din Syamsuddin, Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo dan para deklarator. [pjst]