-->

Breaking

logo

September 12, 2020

Dipecat, Karyawan Bakar Toko Roti Trubus, Tewas Mengenaskan

Dipecat, Karyawan Bakar Toko Roti Trubus, Tewas Mengenaskan

NUSAWARTA - Indra (35), karyawan toko roti Trubus Jogja tewas mengenaskan. Tubuhnya gosong di dalam toko roti Trubus di Jalan Poncowinatan 67, Jetis, Jogja, Sabtu pagi (12/9).

Warga Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah itu diduga membakar toko roti lalu bunuh diri karena tak terima dipecat.

Saksi mata yang juga karyawan toko roti Trubus, Wawan (32) mengatakan Indra dipecat karena
sering bermasalah dengan pengelola toko terkait tagihan keuangan yang tidak sesuai.

Tak terima dipecat, Indra mendatangi toko roti Trubus pada Sabtu (12/9) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

Indra datang dengan membawa jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM). Di depan toko, Indra berteriak memanggil pemilik toko bernama Rudi.

Saksi Wawan kemudian membukakan pintu dari dalam toko. Setelah pintu terbuka, Indra tiba-tiba nyelonong masuk ke dalam toko.

Setelah masuk, Indra langsung naik ke lantai dua sambil membawa tas ransel.

Tak lama kemudian Indra turun lewat tangga belakang dan saksi Wawan mendengar suara bahan bakar yang tumpah di lantai. Kemudian disusul api yang menyala besar membakar ruangan.

Wawan berusaha memadamkan api. Nahas api dengan cepat menjalar dan membakar toko.

“Mengetahui hal itu, saksi langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Jetis,” ucap Kasubag Humas Polresta Jogjakarta, AKP Sartono.

Setelah petugas memadamkan api, pelaku ditemukan meninggal dunia. Ia dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.

“Aksi itu terekam CCTV. Jadi diduga dia membakar diri di dalam toko. Karena aksinya itu api merembet ke bagian dalam toko dan menimbulkan kebakaran,” kata Kanit V Satreskrim Polresta Yogyakarta, Iptu Maulana Yusuf, kepada wartawan.

Maluana menyebut pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pemilik toko.

“Sementara sekarang ada 5 (saksi) dari karyawan dan pemilik toko (yang diperiksa). Karena kejadian kan subuh dan belum ada masyarakat di situ, hanya ada karyawan saja,” ucapnya. [pjst]