-->

Breaking

logo

September 12, 2020

Elite Demokrat: Ikuti Saja yang Waras, Ikut Arahan Anies Baswedan

Elite Demokrat: Ikuti Saja yang Waras, Ikut Arahan Anies Baswedan

NUSAWARTA - Anies Baswedan memutuskan menginjak ‘rem darurat’ akibat penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta yang semakin tak terkendali.

Ini artinya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan kembali diterapkan. Kebijakan ini mendapat pertentangan dari sejumlah pihak. Terutama dari sejumlah Menteri di Kabinet Joko Widodo.

Namun, Elite Partai Demokrat, Andi Arief mempunya penilaian berbeda. Dia justru membela kebijakan Anies Baswedan.

Andi Arief menilai, kebijakan Anies Baswedan sudah tepat. Dia meminta semua pihak mengikuti langkah dan kebijakannya.

“Kawan-kawan sekalian, untuk penanganan Covid-19 di Jakarta, ikuti saja yang waras. Ikuti arahan Anies Baswedan,” ucap Andi Arif melalui twitternya, dikutip Sabtu (12/9).

Dia menilai, saat ini kasus aktif dalam 10 hari terakhir di Jakarta naik 48 persen. Dan kasus kematian naik 17 persen. Untuk itu, dia menilai langkah Anies tepat dengan melakukan PSBB.

“Apa yang anda lakukan sebagai pemimpin jika 10 hari terakhir ini kasus aktif naik 48%, dan 17% dari seluruh kematian sejak Maret, terjadinya di 10 hari terakhir. Bagi yang waras dukung langkah Anies Baswedan.” Ucap Andi Arief.

“Krisis ekonomi berkali-kali mampu atasi, krisis pandemi belum teruji.” Imbuhnya.

Andi Arief juga membantah pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang mengatakan bahwa statemen Anies Baswedan soal PSBB membuat pasar saham anjlok. Andi Arief menduga, modal asing telah lebih dulu keluar dari pasar modal Indonesia.

“Saya tidak percaya statemen Anies Baswedan membuat pasar saham rontok. Harusnya pasar menyambut positif. Justru saya duga modal asing itu memang sudah keluar dari pasar modal indonesia,” katanya.

Sementara itu, untuk skala Nasional, Andi Arief meminta Presiden Joko Widodo memimpin langsung ‘perang’ terhadap Covid-19. Apalagi saat ini sejumlah negara telah menutup pintu untuk Indonesia.

“Pak Jokowi harus pimpin sendiri perang ini. Bukan malah kembalikan NKK BKK di UI, ” ucap anak buah AHY ini. [fin]