-->

Breaking

logo

September 8, 2020

Gara-gara Ini, Video Anies Baswedan Soal Sumatera Barat Kembali Viral

Gara-gara Ini, Video Anies Baswedan Soal Sumatera Barat Kembali Viral

NUSAWARTA - Video Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, diviralkan lagi lantaran membicarakan tentang sejarah Provinsi Sumatera Barat di media sosial. Tampaknya, video Anies ini diviralkan karena Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani yang sempat menyinggung Sumatera Barat pekan lalu.

Video Anies diunggah Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol, Geisz Chalifah, di akun Twitter pada Minggu, 6 September 2020. Menurut dia, video Anies ini sudah lama tapi kembali viral soalnya lagi ramai membahas Sumatera Barat gara-gara pernyataan Ketua DPR.

"Video ini sudah lama tapi jadi viral setelah ramai tentang Sumbar. Otentiknya seorang pemimpin memang harus mengerti sejarah," kata Geisz dikutip dari Twitter pada Selasa, 8 September 2020.

Dalam video tersebut, Anies mengaku ingin mendatangi Bukittinggi sejak kecil. Karena, Anies sejak kecil buku bacaannya adalah tokoh-tokoh nasional dan hampir semua tokoh waktu itu berasal dari Sumatera Barat.

Akhirnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nekat untuk pergi ke Sumatera Barat waktu menduduki bangku kuliah. Ia naik bus sendirian dari Yogyakarta ke Sumatera Barat dan naik bus dari Padang ke Bukittinggi.

"Mengunjungi beberapa tempat di sana hanya sekedar ingin, akhirnya saya sampai lihat jam yang saya dengar di ceritanya," kata Anies dikutip dari video singkat tersebut.

Diketahui, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik, Puan Maharani, saat mengumumkan pasangan cagub-cawagub Sumatera Barat untuk Pilkada 2020 berharap agar Provinsi Sumatera Barat mendukung Pancasila.

"Rekomendasi diberikan kepada Insinyur Mulyadi dan Drs H Ali Mukhni. Merdeka! Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung Negara Pancasila," kata Puan.

Sementara itu, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri juga sempat curhat sulitnya PDIP menang di Sumatera Barat. Mega mempertanyakan kenapa rakyat di Sumatera Barat belum sepenuhnya mempercayakan pilihan kepada PDI Perjuangan atau calon-calon yang diusung PDIP sebagai alat perjuangan politik di pemilihan umum.

"Kenapa ya? Sepertinya rakyat di Sumatera Barat belum menyukai PDI Perjuangan. Meskipun sudah ada beberapa daerah yang mau, yang minta, sudah ada DPC-nya, sudah ada DPD-nya, tapi kalau untuk mencari pemimpin di daerah tersebut kenapa kok agak sulit," kata Megawati. [viva]