-->

Breaking

logo

September 10, 2020

Golkar Kritik Anies Penyebab Anjloknya IHSG, Politikus Gerindra Membela

Golkar Kritik Anies Penyebab Anjloknya IHSG, Politikus Gerindra Membela

NUSAWARTA - Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar Dito Ganinduto sepakat dengan pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok akibat pengumuman PSBB di DKI diperketat. Anggota Komisi XI DPR RI dari F-Gerindra Kamrussamad punya pandangan lain.

"Pengumuman PSBB di Provinsi DKI Jakarta 9 September 2020 memberikan persepsi atau sentimen negatif terhadap masyarakat, pasar, dan investor," kata Dito kepada wartawan pada Kamis (10/9/2020).

Bendahara Umum DPP Partai Golkar ini menyebut persepsi negatif tersebut ditunjukkan dari anjloknya IHSG ke level 4.961. Selain itu, ia menyebut kurs rupiah per hari ini ikut melemah dari Rp 14.767/USD menjadi Rp 14.840/USD.

"Hal ini ditunjukkan dari anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 4.961 dan melemahnya kurs rupiah dari Rp 14.767/USD menjadi Rp 14.840/USD pada hari ini" jelas Dito.

Lebih lanjut Dito menilai, setelah dicabutnya status PSBB DKI di bulan Juni lalu, perekonomian semakin positif. Menurutnya, sektor keuangan juga kian stabil.

"Sesaat dicabutnya PSBB pada bulan Juni 2020, persepsi masyarakat maupun pasar baik di sektor keuangan menunjukkan arah perkembangan yang positif. Hal ini yang ditunjukkan dari beberapa indikator sektor stabilitas keuangan," ujar Dito.

Dihubungi secara terpisah, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyarankan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat sebelum mengeluarkan kebijakan PSBB tersebut. Khususnya, koordinasi kepada Tim Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan juga Satgas COVID-19.

"Seharusnya Pak Gubernur sebelumnya menyampaikan suatu kebijakan tentang PSBB dikoordinasikan dengan pemerintah pusat, terutama Tim Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Satgas COVID-19," kata Ace.

Ace menilai Pemprov DKI perlu memperhatikan sentimen pasar serta efek dari kebijakan PSBB yang diperketat. Sebab, kebijakan itu akan berdampak ke berbagai macam sektor.

"Harus diperhatikan juga sentimen pasar dan efek psikologis dari pelaku usaha yang pasti kebijakan itu akan berdampak pada berbagai hal. Itu harus diperhatikan secara saksama," tutur Ace.

Anggota Komisi XI DPR RI dari F-Gerindra Kamrussamad mengkritik Airlangga. Dia menilai pernyataan Airlangga mencerminkan sikap pemerintah pusat yang terlalu fokus ke ekonomi.

"Pernyataan Menko Perekonomian cermin pola pikir pemerintah yang melihat ekonomi lebih penting dari kesehatan dan keselamatan jiwa rakyat," kata Kamrussamad kepada wartawan pada Kamis (10/9/2020).

Dia menilai pola pikir tersebut menjadi persoalan dalam penanganan pandemi COVID-19 selama ini. Menurutnya, pemerintah sejak awal takut perpanjangan PSBB, sehingga membuat virus semakin menyebar di Indonesia.

"Dan ini merupakan problem utama sejak awal, takut lockdown akhirnya di-lockdown oleh puluhan negara, takut perpanjang PSBB akhirnya virus membuat peternakan sendiri dalam transmisi setiap komunitas warga," ucap Kamrussamad.

Kamrussamad menilai IHSG yang fluktuatif di masa pandemi sebagai hal yang biasa. Ia mengimbau agar setiap pihak tidak saling menyalahkan satu sama lain.

"IHSG yang fluktuatif dalam zaman COVID adalah hal biasa, tidak perlu menyalahkan satu sama lain," ujar Kamrussamad.

Lebih lanjut, Kamrussamad menilai keputusan PSBB DKI yang diperketat kembali sudah tepat. Sebab, menurutnya, rumah sakit DKI sudah penuh pasien COVID-19.

"Keputusan Gubernur DKI untuk berlakukan PSBB ketat mulai 14 September adalah langkah tepat. Karena, dari 34 provinsi, baru DKI yang memenuhi standar jumlah spesimen warga yang ditentukan oleh WHO 1:1.000, hasilnya semua rumah sakit penuh pasien COVID," tutur Kamrussamad.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pagi ini dibuka anjlok ke level 4.961. Menurut Airlangga, penyebabnya ialah pengumuman keputusan PSBB Jakarta yang diperketat lagi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Beberapa hal yang kita lihat sudah menampakkan hasil positif, berdasarkan indeks sampai dengan kemarin, karena hari ini indeks masih ada ketidakpastian karena announcement Gubernur DKI (Anies Baswedan) tadi malam, sehingga indeks tadi pagi sudah di bawah 5.000," ungkap Airlangga dalam Rakornas Kadin, Kamis (10/9). [dtk]