-->

Breaking

logo

September 15, 2020

Gus Nur ke Alfin Andrian: Masih Hidup Kamu, Nak, Ya…

Gus Nur ke Alfin Andrian: Masih Hidup Kamu, Nak, Ya…

NUSAWARTA - Ustad Sugi Nur Raharja alias Gus Nur mengungkap kegeramannya kepada pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, Alfin Andrian.

Sebab, Syekh Ali Jaber adalah ulama yang dikenal santun dan selalu menyiarkan bahwa Islam itu indah dan damai.

Akan tetapi, ia akhirnya menjadi korban penusukan saat memberikan tausiah di Lampung, Minggu (13/9) kemarin.

Yang tak kalah membuatnya geram adalah dugaan bahwa Alfin Andrian adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Gus Nur menyatakan, saat penusukan Syekh Ali Jaber itu, dirinya tengah memberikan ceramah di Lombok.

“Saya enggak sempat pantau berita. Tetapi untungnya, orang kepercayaan Syekh Ali Jaber telepon saya dan menginformasikan yang dialami Syekh,” ujarnya dalam kanal Munjiat Channel yang diunggah Selasa (15/9/2020).

Ia menuturkan, berdasarkan informasi yang didapatnya, luka tikaman Syekh Ali Jaber sedalam 8-10 cm.

Itu berbeda dengan keterangan polisi yang menyebut bahwa luka tersebut sedalam 4 cm.

Akibat penusukan itu, Syekh Ali Jaber menderita luka cukup serius.

Hal itu dibuktikan dengan 6 jahitan dalam dan 4 jahitan luar yang didapat Syekh Ali Jaber.

“Alhamdulillah ulama kita masih dilindungi Allah SWT,” tuturnya.

Kendati demikian, Gus Nur mengaku heran dengan Alfin Andrian yang langsung bisa diamankan oleh para jamaah.

Sebab, pemuda 24 tahun itu hanya menderita luka memar saja.

“Cuma saya heran lihat pelaku yang hanya memar dan bonyok dikit,” ujarnya.

Logikanya, kata Gus Nur, pelaku yang menusuk seorang ulama besar dan berada di sekitar ratusan jemaah, kemudian dikeroyok massa, pasti kondisinya lebih parah dari itu.

Bisa saja, kata dia, tangan atau kakinya patah. Bahkan bisa saja meninggal karena diamuk massa jemaah yang marah.

“Masih hidup kamu, nak, ya. Kalau bukan Syekh Ali Jaber yang menahan jemaah,” ungkapnya.

Kekesalan Gus Nur juga diarahkan kepada Menteri Agama Fachrul Razi. Menteri Agama tersebut digelari Gus Nur, Menag Good Looking.

“Menag Good Looking, kalau penusuk ulama itu radikal enggak ya?” sindirnya.

Ia lantas menyinggung pernyataan Menag yang menyebut bahwa paham radikalisme dibawa oleh mereka yang berpakaian rapi dan hafiz Alquran.

“Kan kalau yang datang ke masjid dengan pakai rapi, wajah cakep, hafiz Al-Quran dibilang radikal,”

“Yang datang ke masjid nusuk ulama gimana?” sindirnya lagi.

Sebelumnya, polisi juga sudah menetapkan status tersangka kepada Alfin Andrian.

Alfin dijerat pasal 351 KUHP; (1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.