-->

Breaking

logo

September 3, 2020

Ini Penyebab Mengapa Polisi Begitu Kesulitan Tangkap Pelaku Pembunuhan Pondok Aren

Ini Penyebab Mengapa Polisi Begitu Kesulitan Tangkap Pelaku Pembunuhan Pondok Aren

NUSAWARTA - Sepekan berlalu, pelaku pembunuhan Haryati (31) di sebuah kos-kosan di kawasanKampung Kebantenan RT 003/008, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, belum tertangkap.

Padahal, terduga pelaku yang tidak lain pacar korban sudah diketahui identitasnya.

Terduga pelaku berinisial MN alias NZ hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharam Wibisono mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih memburu MN alias NZ.

“Hingga saat ini kita masih dalam proses pencarian,” ujar Muharam, Kamis (3/9/2020).

Hanya saja, ia menyatakan bahwa pencarian terhadap pelaku dibutuhkan kerja yang ekstra keras.

Pasalanya, sebut Muharam, pelaku cukup licin dengan selalu berpindah-pindah tempat persembunyian untuk menghindari kejaran petugas.

“Itu yang menjadi kesulitan kami. Pelaku melarikan diri dan keluar dari wilayah Tangerang Selatan,” tuturnya.

Untuk hasil visum terhadap korban, Muharam menuturkan, ia mengaku mengaku belum menerima hasilnya dan masih menunggu dari Polsek Pondok Aren.

“Hasil visum nanti di cek kembali, karena itu ada di Polsek Pondok Aren,” jelas dia.

Sementara, sampai saat ini, pihaknya meyakini bahwa pelaku pembunuhan terhadap Haryati adalah satu orang.

“Pelaku diduga satu orang, untuk rekannya saat ini masih saksi dan memang tidak ada mengarah untuk keterlibatan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, jenazah Haryati ditemukan warga dalam kondisi terbungkus karung plastik dan kardus.

Oleh pelaku, jenasah korban ditempatkan di bawah kompor dekat dengan pintu kamar mandi.

Penemuan ini bermula dari bau menyengat yang dirasakan para tetangga yang berasal dari sebuah kamar kos-kosan.

Menurut keterangan saksi, korban datang bersama NZ tiga hari sebelum jenazah korban ditemukan.

Setelah masuk ke dalam kamar itu, NZ kepada tetangga berpamitan hendak bekerja.

Sejak saat itu, pelaku tak diketahui keberadaannya.

Sementara, pengakuan keluarga, antara korban dan pelaku selama ini terlibat hubungan asmara terlarang.

Pasalnya, baik Haryati maupun pelaku sama-sama sudah memiliki pasangan masing-masing.

Selama ini, keluarga yang juga mengetahui, sudah kerap kali menasihati keduanya agar tak melanjutkan hubungan tersebut. [pjst]