-->

Breaking

logo

September 15, 2020

Jadi Ketua Timses Mantu Jokowi, Kader Demokrat Bakal Disanksi

Jadi Ketua Timses Mantu Jokowi, Kader Demokrat Bakal Disanksi

NUSAWARTA - Partai Demokrat berencana memberikan sanksi tegas kepada kadernya, yakni HT Milwan karena menjadi ketua tim sukses Bobby Nasution-Aulia Rachman di Pilkada Kota Medan 2020. HT Milwan adalah mantan ketua DPD Demokrat Sumut 2011-2016, sementara Bobby adalah menantu Presiden Jokowi.

Sanksi bisa diberikan karena Demokrat bersama PKS mengusung Akhyar Nasution-Salman Alfarisi atau lawan dari Bobby-Aulia.

"Kalau memang demikian, menjadi ketua tim, akan sanksi tegas AD/ART partai. Otomatis bukan kader partai Demokrat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain, Selasa (15/9).

Herri mengaku sejauh ini belum mendapat informasi bahwa HT Milwan jadi ketua timses Bobby-Aulia. Dia ingin mencari tahu kebenaran informasi tersebut terlebih dahulu.

Jika benar, Demokrat mempersilakan HT Milwan mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Demokrat ketimbang diberikan sanksi.

"Saya belum dapat informasi. Sampai hari ini beliau (Milwan) masih kader, belum mengundurkan diri, belum ada pengunduran dirinya," kata Herri.

"Kalau memang benar informasi itu, kita minta beliau mengundurkan diri baik-baik dari Demokrat. Karena beliau memang masih kader Demokrat. Jadi kita tunggu apa betul," tambahnya.

Saat dikonfirmasi, HT Milwan mengaku sudah lama tidak aktif di kepengurusan Partai Demokrat. HT Milwan sendiri merupakan mantan Ketua DPD Demokrat Sumut periode 2011-2016.

Milwan pun pernah menjabat sebagai Bupati Labuhanbatu periode 2000-2005 dan 2005-2010 serta Wakil Ketua DPRD Sumut periode 2014-2019.

"Saya sudah enggak di Demokrat lagi. Jadi setelah saya enggak di DPRD lagi, saya sudah enggak di sana (Demokrat) lagi," kata HT Milwan.

Pilkada Medan diikuti dua bakal pasangan calon yakni Akhyar Nasution - Salman yang hanya mengantongi dukungan Partai Demokrat dan PKS. Sedangkan Bobby dan Aulia telah mengantongi dukungan dari delapan partai politik antara lain PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Hanura, dan PSI.

Kedua pasangan sudah mendaftar ke KPU. Kini, mereka masih menjalani tahapan berikutnya sebelum ditetapkan sebagai peserta dan diberikan nomor urut.