-->

Breaking

logo

September 15, 2020

Kabar Terbaru Keraton Agung Sejagat, Raja dan Ratunya Kini Resmi Divonis Penjara

Kabar Terbaru Keraton Agung Sejagat, Raja dan Ratunya Kini Resmi Divonis Penjara
NUSAWARTA - Keraton Agung Sejagat sempat menghebohkan warga Purworejo dan seluruh Indonesia karena mengaku menguasai seluruh alam raya.

Usai viral di media sosial pada Minggu 12 Januari 2020 silam, sejumlah kelompok serupa Keraton Agung Sejagat bermunculan dan semuanya diperiksa oleh pihak kepolisian.

Kini, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, Totok Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) resmi divonis hukuman penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan negeri Purworejo.

Sebagaimana dikabarkan MantraSukabumi.com dari PMJNews dalam artikel "Akhirnya Raja dan Ratu Kerajaan Keraton Sejagat, Divonis Hukuman Penjara", keduanya 'memulai' kerajaan pada 2018 dan sudah memiliki 450 pengikut.

Vonis dijatuhkan kepada Totok dan Fanni setelah ditahan dan diperiksa oleh pihak kepolisian.

Dalam persidangan yang digelar secara daring, 'Raja' Totok dihukum bui selama empat tahun dan 'Ratu' Fanni dihukum bui selama satu tahun enam bulan.

Persidangan tersebut digelar dari tiga tempat berbeda yang terhubung lewat video conference.

Kedua terdakwa berada di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Purworejo, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penasihat hukum terdakwa di Aula Kasman Singodimejo Kejaksaan Negeri Purworejo, serta majelis hakim di ruang lain.

“Mengadili, satu, menyatakan bahwa terdakwa satu Toto Santoso dan terdakwa dua Fanni Aminadia tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sebagaimana dalam dakwaan primer JPU,” tutur Hakim Ketua Sutarno pada Selasa, 15 September 2020.

Perlu diketahui, putusan yang ditetapkan lebih ringan daripada tuntutan yang diajukan JPU.

Sebelumnya, dalam tuntutan, Totok dituntut lima tahun penjara, sedangkan Fanni dituntut 3,5 tahun penjara.

Totok dan Fanni didakwa dengan Pasal 14 ayat 1 UU No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan Pasal 14 ayat 2 UU NO 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara, untuk dakwaan kedua yakni pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.