-->

Breaking

logo

September 11, 2020

KAMI Dituding Pecah Belah Bangsa, Gatot & Din Ditolak Warga Grobogan

KAMI Dituding Pecah Belah Bangsa, Gatot & Din Ditolak Warga Grobogan

NUSAWARTA - Gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang diinisiasi oleh mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin dituding sebagai pemecah belah bangsa. Oleh karena itu masyarakat Kabupaten Grobogan menolak gerakan tersebut masuk ke wilayah Grobogan.

Hal itu disampaikan oleh massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Grobogan Bersatu (AMBG) untuk NKRI dengan berunjuk rasa di depan DPRD Grobogan. Melansir galamedianews.com, mereka berunjuk rasa sambil membawa poster menolak jika KAMI sampai masuk ke Kabupaten Grobogan.

Karena KAMI yang dideklarasikan Din Syamsudin dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo serta tokoh lainnya tersebut, dinilai merongrong pemerintah dan memecah belah bangsa.

Poster yang dibawa peserta aksi juga bertuliskan, `Jangan Jadi Provokator Jenderal, Stop Memecah Belah Bangsa, Demi Kesatuan dan Persatuan Bangsa Indonesia Tolak Gerakan KAMI di Grobogan, serta NKRI Harga Mati`.

Peserta aksi juga menganggap gerakan KAMI tidak pas di saat pemerintah Indonesia tengah fokus menangani pandemi Covid-19. Mereka mendukung pemerintah dalam penanganan wabah virus corona dan menolak KAMI di Grobogan.

Aksi demo dari AMGB untuk NKRI dijaga puluhan anggota polisi dari Polres Grobogan. Bahkan polwan dari Polres Grobogan berhadapan langsung dengan peserta aksi.

Koordinator aksi David Ulil saat berorasi meminta bertemu dengan pimpinan DPRD Grobogan.

"Jika pimpinan Dewan tidak segera menemui, kami akan memaksa masuk. Maju satu langkah teman-teman," kata Ulil.

Namun sebelum massa meringsek masuk, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Heru Santoso didampingi anggota DPRD Grobogan Eko Budi Santoso menemui para peserta aksi.

Keduanya mendukung peserta demo yang menolak gerakan KAMI masuk ke Grobogan. "Kami anggota Dewan selalu bersama-sama dengan teman-teman semua untuk menangkal gerakan yang merongrong kedaulatan negeri ini," ujar Eko.

Setelah ditemui kedua anggota DPRD Grobogan peserta aksi dari AMBG menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu membubarkan diri dengan tertib. Jl. Bhayangkara depan DPRD Grobogan yang semula ditutup kemudian dibuka kembali.

Ulil menyebut aksi demo AMGB untuk NKRI sebagai reaksi adanya deklarasi KAMI beberapa waktu lalu. Kami dinilai sebagai bentuk provokasi yang dapat memecah belah bangsa.

"Sangat tidak bijak seorang tokoh nasional Bapak Din Syamsudin dan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, di saat pemerintah sedang fokus menangani Covid-19 tapi mereka justru hanya mementingkan kepentingan mereka sesaat. Untuk itu AMGB untuk NKRI menolak adanya gerakan KAMI," tegas Ulil. [lwjstc]