-->

Breaking

logo

September 2, 2020

Kemendagri: KTP WNI di Markas ISIS Yaman adalah Identitas Palsu

Kemendagri: KTP WNI di Markas ISIS Yaman adalah Identitas Palsu

NUSAWARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merespons temuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bertanda milik Warga Mojokerto yang ditemukan di sarang teroris ISIS di Provinsi Al Bayda, Yaman.

Direktur Jenderal Kependudukan san Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan telah mengecek keaslian lewat nomor induk kependudukan (NIK) yang tertera di KTP tersebut. Hasilnya, KTP tersebut diduga palsu.

"Data KTP yang ditemukan tersebut tidak sama dengan NIK yang terdata dalam database," kata Zudan, Rabu (2/9).

Dalam KTP yang ditemukan di markas ISIS, tertera nama Syamsul Hadi Anwar. Terlihat pula KTP itu dibuat di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

Saat dicek di basis data kependudukan, kata Zudan, bukan nama Syamsul yang keluar, tetapi nama Ridho Rahman Munanto yang keluar.

"Atas nama Ridho Rahman Munanto, tinggal di Nganjuk," tuturnya.

Sebelumnya, media sosial Twitter dihebohkan dengan penemuan KTP Warga Mojokerto di markas ISIS di Provinsi Al Bayda, Yaman. Penemuan KTP itu diketahui dari video yang diunggah akun Twitter @Natsecjeff pada Sabtu (29/8).

Dalam video itu, diperlihatkan pasukan militan Houti yang baru saja menyerbu markas ISIS. Saat melakukan penyisiran, salah seorang prajurit menemukan KTP orang Indonesia dan sejumlah pecahan mata uang rupiah.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Boy Raffi Amar temuan ini menunjukkan masih ada WNI yang menjadi ada Foreign Terrorist Fighters (FTF) atau teroris lintas batas.

"Video penemuan uang rupiah termasuk KTP menunjukkan bahwa FTF asal Indonesia juga melakukan relokasi daerah perang," kata Boy, Senin (31/8). [cnn]