-->

Breaking

logo

September 11, 2020

Ketua Badan Anggaran DPR Beri 3 Sentilan ke Anies Soal PSBB Total

Ketua Badan Anggaran DPR Beri 3 Sentilan ke Anies Soal PSBB Total
NUSAWARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin jatuh hingga 5% lebih. Pelaku pasar disinyalir merespons negatif pengumuman yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait diberlakukannya kembali PSBB Jakarta yang ketat.


Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Said Abdullah juga memiliki pandangan yang sama. Dia mengatakan pernyataan Anies soal PSBB menjadi penyebab rontoknya IHSG.

1. Pasar Saham Kehilangan Rp 300 T

"Kejadian kemarin sangat disesalkan atas pernyataan yang begitu bombastis, dramatis oleh Gubernur DKI Bapak Anies Baswedan sehingga menimbulkan hal yang tidak perlu dan membakar ludes Rp 300 triliun saham-saham kita berguguran," kata Said saat membuka rapat kerja Banggar dengan pemerintah, Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Melansir data rangkuman perdagangan BEI pada 10 September 2020 kemarin, nilai kapitalisasi pasar modal sebesar Rp 5.682 triliun. Angka itu turun Rp 297 triliun dari nilai kapitalisasi pasar di hari sebelumnya sebesar Rp 5.979 triliun.

Kemarin investor asing juga melakukan aksi jual dengan catatan net sell sebesar Rp 663 miliar. Dengan begitu catatan net sell dari awal tahun mencapai Rp 33,57 triliun.

2. Menyebabkan IHSG Terjun Bebas

IHSG pada perdagangan Kamis (10/9) ambles 5,01% ke level 4.891,46 setelah sebelumnya perdagangan sempat dihentikan oleh bursa karena turun lebih dari 5%. Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 668 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 10,2 triliun.

Melihat kondisi tersebut, Said meminta Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjaga serta mengawasi sektor keuangan nasional dari hal-hal yang tidak pasti.

"Kalau korporasi hancur, maka ritel akan hancur, inilah tantangan berat baik OJK dan BI," ujarnya.

3. Rupiah Harus Dijaga Ketat

Selain itu, Said juga meminta BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Menurut dia, rupiah masih terjadi depresiasi secara konstan.

"Kami yakin terhadap berbagai upaya yang dilakukan dan ditempuh oleh gub BI, dan kami berharap gub BI juga menjaga stabilitas sektor keuangan karena kita khawatir upaya-upaya yang dilakukan Gubernur BI akan menjadi sia-sia bagi kita semua kalau tidak ada di antara kita koordinasi baik di semua lini," ungkapnya. [dtk]