-->

Breaking

logo

September 10, 2020

Klarifikasi PKS: Uang dari Bacabup Merauke untuk Adakan Acara, Mahal Kalau Pakai Sewa EO

Klarifikasi PKS: Uang dari Bacabup Merauke untuk Adakan Acara, Mahal Kalau Pakai Sewa EO

NUSAWARTA - PKS membantah jika dikatakan sejumlah uang yang diberikan bakal calon bupati (bacabup) Merauke, Hendrikus Mahuza, ke DPD PKS Kabupaten Merauke, Papua, sebagai suap demi surat rekomendasi. Elite PKS Tifatul Sembiring menyebut duit tersebut untuk persiapan Hendrikus berkampanye.

"Jadi itu intinya itu bukan uang sogokan, mahar, dan sebagainya, memang dana awal beliau (Hendrikus) di Merauke," kata Tifatul saat dihubungi detikcom pada Kamis (10/9/2020).

Anggota Majelis Syuro PKS itu mengatakan Hendrikus juga telah mengklarifikasi video viral yang menyebutnya menyuap PKS demi mendapatkan rekomendasi maju di Pilbup Merauke. Menurut Tifatul, duit yang diberikan Hendrikus ke DPD PKS Merauke untuk persiapan kampanye.

"Jadi dari Pak Hendrikus-nya sudah ada klarifikasi bahkan sudah dimuat itu di media Papua itu bahwa sebetulnya dana itu adalah dana untuk persiapan, ya," ujar Tifatul.

"Konsolidasi yang perlu dilakukan di Merauke untuk kunjungan ke desa dan persiapan acara-acara untuk persiapan kampanye beliau. Jadi bukan sogokan," imbuhnya.

Tifatul menyebut anggaran yang dibutuhkan untuk kampanye tidaklah sedikit. Terlebih, sebut dia, Merauke bukanlah daerah yang luasnya kecil.

"Dalam pilkada itu, ya, memang kita berbiaya tinggi, terutama untuk sosialisasi, atribut misalnya, begitu ya. Apalagi di Papua, Merauke, itu kan Papua, ya, yang wilayahnya juga nggak kecil," ujar Tifatul.

Lebih lanjut, Tifatul mengungkapkan Hendrikus telah mempercayakan PKS untuk mempersiapkan kampanyenya. Eks Menkominfo itu menyebut, daripada menyewa event organizer, lebih baik memberdayakan kader PKS.

"Kan untuk mengadakan acara-acara kan dia nggak bisa mengadakan sendiri langsung semua. Kalau dia sewa event organizer, ya, mahallah. Lebih baik kader PKS yang murah meriah kan. Kan 3 bulan 4 bulan ini di beberapa daerah," tuturnya.

"Tentu, ya, mengumpulkan orang itu kan nggak bisa ngomong kosong berbusa-busa aja tuh. Kan dikasih makan. Kalau bahkan di daerah-daerah itu ada istilahnya dikasi transpor gitu, meskipun mereka datang berjalan kaki tapi ya dibawain apalah gitu, terigu atau apa gitu," lajut Tifatul.

Tifatul juga menegaskan saat ini PKS sedang sibuk mengurusi Pilkada 2020. PKS, kata dia, tidak memiliki cukup waktu untuk mengurusi isu-isu seperti yang mendera Hendrikus.

"Setelah diklarifikasi, itu urusan Pak Hendrikus sama yang nyebarin itu. Kita lagi sibuk urusin Pilkada, kenapa urusin begini-begini, ya, kurang kerjaan kita. Cuma, disayangkan komentar-komentar dianggap sogokan dan sebagainya," tuturnya.

Sebelumnya, sebuah video viral di medsos yang berisikan bakal calon Bupati Merauke, Hendrikus Mahuze, yang dinarasikan memberikan suap miliaran rupiah ke DPD PKS Kabupaten Merauke demi mendapatkan surat rekomendasi.

Video itu diunggah di YouTube pada Senin (7/9) dengan judul 'NGERIII.... CALON BUPATI MERAUKE HENDRIKUS MAHUZE SUAP PKS MILIARAN RUPIAH.... DEMI MENDAPATKAN SUR'. Dilihat pada sore ini, video tersebut sudah dilihat 5.783 kali. [dtk]