-->

Breaking

logo

September 1, 2020

Korban Pemukulan dalam Tahanan Cabut Laporannya, Polda Sumut: Laporan Dicabut, Kasus Selesai

Korban Pemukulan dalam Tahanan Cabut Laporannya, Polda Sumut: Laporan Dicabut, Kasus Selesai

NUSAWARTA - Sarpan mencabut laporan polisi terkait dugaan penganiayaan yang dialaminya dalam tahanan Polsek Percut Sei Tuan. Polda Sumut, yang sempat mengambil alih kasus dugaan pemukulan itu, menyebut masalah dugaan pemukulan tersebut sudah selesai.

"Masalah dugaan pemukulan sudah selesai," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Selasa (1/9/2020).

Nainggolan mengatakan kasus dugaan pembunuhan yang membuat Sarpan menjadi saksi tetap ditangani. Penanganan kasus itu dilakukan oleh Polrestabes Medan.

"Yang ditangani Polda kan kasus anggota yang diduga memukul dan sudah berdamai mereka. Sedang yang kasus pembunuhan tetap lanjut ditangani Polrestabes," ucapnya.

Dia mengatakan dalam perdamaian itu kedua pihak menyebut tak akan melakukan penuntutan. "Dalam perdamaian pasti dalam isinya bahwa saya merasa tidak ada keberatan dan di antara kami tidak akan saling menuntut," ujarnya.

Sebelumnya, dugaan penganiayaan terhadap Sarpan ini heboh setelah ada posting-an viral di salah satu akun media sosial. Posting-an itu memperlihatkan wajah Sarpan yang lebam diduga gara-gara dipukul. Ada juga foto tanda terima laporan bernomor STTP/1643/VII/Yan 2.5/2020/SPKT Polrestabes Medan yang turut diunggah pemilik akun. Polda Sumut kemudian mengambil alih kasus ini.

"Sudah dalam proses penyelidikan Bid Propam Polda Sumatera Utara. Laporannya diambil alih Polda," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat dimintai konfirmasi, Rabu (8/7).

Penyelidikan kemudian berjalan. Sembilan personel Polsek Percut Sei Tuan turut dimintai keterangan terkait kasus ini. Kapolsek Percut Sei Tuan saat itu, Kompol Otniel Siahaan, juga dicopot.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan penyelidikan dilakukan terkait mengapa Sarpan, yang berstatus saksi kasus dugaan pembunuhan, bisa berada dalam tahanan. Dia mengatakan sanksi disiplin menanti oknum polisi yang terbukti tidak profesional hingga menyebabkan kasus ini bisa terjadi.

Teranyar, Sarpan mencabut laporan yang telah dibuatnya. Laporan itu dicabut Sarpan dengan pertimbangan dan kesepakatan keluarga.

"Pada hari ini Senin tanggal 31 Agustus 2020 Pukul 11.00 WIB di ruang penyidik dan ruang unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan telah dilakukan giat pencabutan pengaduan atas laporan korban atas nama Sarpan dan pemberian uang santunan kepada korban oleh personel unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing, Senin (31/8).

Martuasah mengatakan Sarpan juga membuat surat perjanjian perdamaian yang ditandatangani oleh Sarpan dan perwakilan pihak Unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan. Permasalahan ini disepakati untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan ke depan menjadi saudara tanpa ada paksaan dari pihak mana pun," ujar Martuasah. [dtk]