-->

Breaking

logo

September 6, 2020

KPAI Belum Membahas Konflik Kata 'Anjay' Ketika Sedang Pleno, Mengapa?

KPAI Belum Membahas Konflik Kata 'Anjay' Ketika Sedang Pleno, Mengapa?

NUSAWARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hingga kini belum menindaklanjuti laporan terkait kontroversi kata 'anjay' yang dilaporkan oleh YouTuber Lutfi Agizal. Mengapa KPAI belum membahas laporan tersebut?

Komisioner KPAI, Retno Listyarti, menjelaskan, mengapa aduan kontroversi kata 'anjay' belum ada perkembangan. Menurutnya, laporan dari YouTuber Lutfi bukan kasus penting yang harus segera dibahas.

"Belum dibahas di sidang pleno komisioner," kata Retno saat dihubungi, Minggu (6/9/2020).

Menurut Retno, ada banyak kasus lebih dulu yang diadukan kepada KPAI. Setidaknya, kata dia, ada sekitar 15 laporan dalam setiap harinya.

"Nggak sempat, karena bukan kasus yang lebih urgent," jelas dia.

"Banyak kasus pengaduan ke KPAI, sehari bisa 15 kasus. Karena memang banyak banget kasus yang masuk lebih dulu dari pengaduan anjay," ucap Retno.

Namun Retno memastikan setiap pengaduan di KPAI akan ditindaklanjuti. Khusus pengaduan kata 'anjay', KPAI perlu mendalami lebih jauh terlebih dahulu.

"Kalau KPAI, semua pengaduan diproses dan pasti dibahas. (Pengaduan 'anjay') Butuh didalami dulu oleh analis pengaduan dan asisten bidang siber," katanya.

Seperti diketahui, kata 'anjay' ramai dibahas setelah dibahas artis sekaligus YouTuber Lufti Agizal di channel YouTube-nya. Bukan hanya membahasnya, Lutfi Agizal juga mengadukan anak yang memakai kata 'anjay' ke KPAI.

Mulanya, Lutfi Agizal membahas kata 'anjay' ini setelah disebut oleh Rizky Billar dan Lesti Kejora. Lutfi membuat video khusus yang mendatangkan pakar bahasa hingga psikolog untuk membedah kata 'anjay' yang ia yakini bisa merusak moral bangsa. Lufti memiliki 186 ribu follower di Instagram dan 2,46 ribu subscriber di YouTube.

Bukan hanya membahasnya, Lutfi Agizal pun telah mengadukan anak yang memakai kata 'anjay' ini ke KPAI. Dia melampirkan pula surel balasan dari KPAI.

"Anak di bawah umur bisa ngomong gini gara-gara apa sih??? Next generation kita. Apa perlu @kpai_official dan @komnasanak saya kirimi semua materinya? Untuk mengkaji ini?" ujarnya di IG Story.

Belakangan, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta penggunaan kata 'anjay' dihentikan sekarang juga. Komnas PA menilai kata 'anjay' yang sedang populer dipakai anak-anak bisa berpotensi dipidana.

"Ini adalah salah satu bentuk kekerasan atau bullying yang dapat dipidana, baik digunakan dengan cara dan bentuk candaan. Namun, jika unsur dan definisi kekerasan terpenuhi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, tindakan itu adalah kekerasan verbal. Lebih baik jangan menggunakan kata 'anjay'. Ayo kita hentikan sekarang juga," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (29/8). [dtk]