-->

Breaking

logo

September 10, 2020

KPK Prihatin, Kenapa MA Sering Sekali Sunat Masa Hukuman Koruptor yang Ajukan PK

KPK Prihatin, Kenapa MA Sering Sekali Sunat Masa Hukuman Koruptor yang Ajukan PK

NUSAWARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan prihatin atas sikap Mahkamah Agung (MA) yang belakangan ini cenderung mengurangi hukuman para koruptor melalui putusan Peninjauan Kembali (PK). 

Pengurangan hukuman tersebut, menurut Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjadi angin segar bagi koruptor.

"Di sisi lain putusan demikian juga tidak mendukung upaya pemerintah dalam perang melawan korupsi," ujar Ali lewat pesan singkat, Kamis (10/9).

Dia mengungkapkan, dalam kurun waktu tahun 2019-2020, komisi antirasuah mencatat lebih dari 15 perkara yang ditanganinya mendapat korting hukuman pada tingkat PK. Terakhir, MA mengabulkan PK yang diajukan mantan Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi yang terjerat kasus suap izin Amdal Transmart di Kota Cilegon.

Dalam putusan pengadilan tingkat pertama, Iman dihukum 6 tahun pidana penjara. Sedangkan dalam amar putusannya, MA menjatuhkan hukuman 4 tahun pidana penjara atau berkurang dua tahun. 

"Sekalipun demikian, sebagai bagian penegak hukum, KPK tentu hormati putusan majelis hakim PK tersebut," tuturnya.

KPK berharap MA agar dapat segera mengirimkan salinan putusan tersebut supaya dapat dipelajari lebih lanjut. 

"Saat ini beberapa perkara PK yang telah diputus majelis hakim, KPK belum mendapatkan salinannya sehingga tidak tahu pertimbangan apa yang menjadi dasar pengurangan hukuman tersebut," tandas Ali. [rmco]