-->

Breaking

logo

September 14, 2020

Kronologi Kecelakaan Bus Kemenhan dan TNI AL di Tol Jagorawi

Kronologi Kecelakaan Bus Kemenhan dan TNI AL di Tol Jagorawi

NUSAWARTA - Bus milik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi tepatnya Km 03+000 arah Jakarta, Senin (14/9) sekitar pukul 13.20 WIB.

Kecelakaan itu melibatkan empat kendaraan, yakni, bus Kemenhan nomor polisi 7777-00, kendaraan Kia Rio nomor polisi B1778 TYG, kendaraan Suzuki Ertiga bernomor polisi B 1691 VOM, dan kendaraan Jeep TNI AL 7873-00.

Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan, Irra Susiyanti menceritakan kronologi kecelakaan itu. Kata dia, kejadian bermula saat bus Kemenhan kehilangan kendali.

"Kehilangan kendali menabrak moveable concrete barrier (MCB) dan dua kendaraan lainnya sebelum terbalik," kata Irra dalam keterangannya, Senin (14/9).

Kemudian, satu kendaraan lain yang berada di belakang juga ikut menabrak karena kurang antisipasi.

"Turut menabrak truk yang sudah terbalik dan melintang di lajur dua dan tiga," ucap Irra.

Akibat kecelakaan itu, dua orang mengalami luka ringan dan langsung dibawa ke RS Polri untuk mendapat perawatan.

Setelah kejadian, petugas Jasa Marga langsung melakukan evakuasi terhadap kendaraan. Sekitar pukul 14.50 WIB, kendaraan yang terlibat berhasil dievakuasi dan diamankan di bahu luar.

Selain itu, lanjut Irra, juga dilakukan pembersihan jalur agar dapat kembali dilintasi oleh kendaraan lain.

Lebih lanjut, Jasa Marga mengimbau kepada para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati selama berkendara.

"Diimbau kepada pengguna jalan agar tetap berhati-hati, pastikan kondisi kendaraan layak jalan, terutama pada saat hujan," ucap Irra.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Dugaan sementara kecelakaan disebabkan karena jalan licin. Kondisi saat kecelakaan sedang hujan deras.

Kata dia, penyelidikan kasus kecelakaan itu turut melibatkan Polisi Militer (POM) TNI.

"Masih penyelidikan, anggota masih di TKP bersama POM," kata Sambodo. [cnn]