-->

Breaking

logo

September 7, 2020

Kronologis Sindikat Internasional Jalankan Aksi Penipuan Ventilator Covid-19 Secara Mulus

Kronologis Sindikat Internasional Jalankan Aksi Penipuan Ventilator Covid-19 Secara Mulus

NUSAWARTA - Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan kronologis KASUS penipuan sindikat internasional pembelanjaan ventilator dan monitor Covid-19.

Awalnya ada perusahaan Althea Italy asal Italia dan perusahaan Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics asal China melakukan kontrak jual beli ventilator Covid-19 pad Mei 2020.

Di tengah jalan tiba- tiba para tersangka ini mengirim email kepada perusahaan Althea Italia dengan mengatasnamakan seolah olah perusahaan Shenzen Cina.

“Isi emailnya adalah revisi rekening untuk pembayaran pemesanan alat ventilator, dengan menyebutkan rekening an CV Shenzen di Bank Syariah Mandiri, korban sudah melakukan transfer tiga kali ke rekening pelaku totalnya EUR 3.672.146,91 atau setara dengan Rp 58.831.437.451,00,” kata Sigit di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2020).

Korban pun merasa tertipu, sehingga melapor ke interpol Italia. Selanjutnya NCB Interpol Indonesia mendapatkan informasi dugaan tindak pidana penipuan dari NCB Interpol Italia

Selanjutnya diteruskan kepada Subdit TPPU Dittipideksus Bareskrim Polri. Berdasarkan hasil penelusuran, tim Bareskrim Polri menduga ada tindak pidana yang dilakukan oleh sindikat internasional Nigeria-Indonesia dengan modus BEC (Business Email Compromise).

“Tiga tersangka ini berhasil kita tangkap di tiga tempat di Jakarta, Padang, dan Bogor,” ungkap Sigit.

Bareskrim Mabes Polri mengungkap penipuan sindikat internasional pembelanjaan ventilator dan monitor Covid-19.

Dalam kasus ini tiga pelaku berinisial SB, R, dan TB berhasil ditangkap. Ketiganya pelaku berhasil menggondol uang sebesar 3,6 juta euro atau Rp 58 miliar lebih. Tapi yang diamankan direkening penampungan pelaku senilai Rp 56 M, sisanya sudah dibelikan tanah dan mobil.

Dari kejadian ini, pihaknya mengamankan barang bukti direkening penampungan sejumlah Rp 56.101.437.451, 2 unit mobil, aset tanah, dan bangunan di Banten dan Sumatera serta dokumen perusahaan.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP atau Pasal 263 KUHP atau Pasal 85 UU No.3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan atau Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) tentang ITE Jo Pasal 55 KUHP atau Pasal 56 KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 dan atau Pasal 6 dan atau Pasal 10 UU No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman 6 tahun penjara. [pjst]