-->

Breaking

logo

September 10, 2020

Lapor Pak Erick! Bukan Hanya Gaji Karyawan Selama 7 Bulan yang Belum Dibayar, Utang PT INTI Juga Tembus Rp 1,32 Triliun

Lapor Pak Erick! Bukan Hanya Gaji Karyawan Selama 7 Bulan yang Belum Dibayar, Utang PT INTI Juga Tembus Rp 1,32 Triliun

NUSAWARTA - Borok-borok PT INTI (Persero) semakin terkuak. Pasalnya, tidak hanya berutang kepada karyawan yang gaji dan tunjangannya belum dibayarkan hingga 7 bulan, perusahaan pelat merah itu juga memiliki utang kepada bank, vendor dan utang lainnya.

"Tercatat PT INTI memiliki utang bank senilai Rp 853 miliar dengan rincian utang produktif Rp 1,6 miliar dan utang non-produktif Rp 852,2 miliar," ujar Ketua Serikat Pekerja PT INTI (Sejati) Ahmad Ridwan Al-Faruq, Rabu (9/9/2020).

Kemudian utang kepada vendor sebanyak Rp 292,93 miliar dengan rincian utang produktif Rp 43,1 miliar dan utang non-produktif Rp 249,8 miliar. 

Lalu, utang nonproduktif lainnya senilai Rp 177,10 miliar dengan rincian utang karyawan, pajak dan lainnya.

Tercatat, keseluruhan hutang PT INTI saat ini ialah sejumlah Rp 1,32 triliun dengan komposisi utang non-produktif senilai Rp 1,27 triliun dan sisanya Rp 44,68 miliar.

"Hal ini jelas menyebabkan cash flow PT INTI semakin berat, karena bunga bank yang semakin lama semakin besar juga denda pajak yang semakin membebani," ujar Ridwan dikutip Liputan6.com.

Adapun, perusahaan mulai macet dalam membayarkan gaji karyawannya sejak Juli 2019 dan terus terakumulasi hingga saat ini karena belum ada solusi dalam penyehatan PT INTI.

Laporan keuangan PT INTI minus sejak tahun 2014. Sumbangsih terbesar kerugian PT INTI diakibatkan oleh proyek TITO dengan Telkom yang meninggalkan kerugian sekitar Rp 700 miliar.

"Kemudian proyek SMP BBM dengan Pertamina meninggalkan kerugian Rp 116 miliar, dan proyek Manage Service dengan MBK yang rugi Rp 230 miliar," tuturnya. [bzl]