-->

Breaking

logo

September 14, 2020

Maju Pilkada 2020, Menantu Jokowi Bobby Nasution Ternyata Belum Penuhi Syarat Cawalkot Medan

Maju Pilkada 2020, Menantu Jokowi Bobby Nasution Ternyata Belum Penuhi Syarat Cawalkot Medan

NUSAWARTA - Menantu Presiden Jokowi, Bobby Afif Nasution menjadi salah satu dari bakal pasangan calon Pilkada Medan 2020 yang belum memenuhi syarat.

Berdasarkan informasi dari Ketua KPU Kota Medan, dua bakal pasangan calon (bapaslon), yakni Bobby Nasution-Aulia Rachman dan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi belum memenuhi syarat calon untuk bertarung dalam Pilkada Medan 2020.

Ketua KPU Kota Medan, Agussyah Ramadani Damanik mengatakan jika kedua bapaslon berkewajiban untuk memperbaiki dokumen sesuai dengan tenggat waktu.

"Hari ini status dokumen syarat calon kedua bapaslon kita sudah sampaikan statusnya belum memenuhi syarat. Jadi mereka berkewajiban untuk memperbaiki dokumen sesuai tenggat waktu yang diatur dalam PKPU 5/2020, yakni mulai tanggal 14 sampai 16 September 2020," ujarnya.

Pada Minggu, 13 September 2020 kemarin telah digelar rapat pleno terbuka penyampaian hasil verifikasi dokumen syarat calon Walikota dan Wakil Walikota Medan 2020.

Dalam rapat hadir perwakilan partai politik pengusung, Bawaslu dan Liaison officer (LO) kedua bakal pasangan calon.

Agus mengungkapkan ada syarat yang belum dipenuhi oleh menantu Presiden Jokowi tersebut dalam Pilkada 2020 mendatang.

Bobby Nasution belum melengkapi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sedangkan untuk pasangannya yakni Aulia Rachman ada berkas syarat yang belum terpenuhi.

"Untuk Bobby Nasution itu LHKPN yang disampaikan ke kita itu LHKPN yang sedang dalam proses verifikasi, yang kita minta untuk disampaikan ke kita tanda terimanya. Jadi ada dokumen tanda terima yang disampaikan ke kita," ungkapnya.

"Untuk Aulia ada dokumen yang menerangkan tentang tidak terhutang pajak. Dokumennya sudah ada, tapi harus ada lampirannya lagi surat keterangan soal itu," jelas Agus.

Sementara untuk surat pengunduran diri defenitif Aulia Rachman dari anggota DPRD Medan, masih bisa disampaikan paling lambat 30 hari sebelum pemungutan suara.

Bukan hanya itu saja, pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman harus melengkapi dokumen visi misi dan tim kampanye di tingkat kecamatan.

"Soal visi-misi, Bobby-Aulia ini ada tapi programnya belum diuraikan. Dalam PKPU Nomor 1/2020 itu mengatur bahwa dokumen visi misi dan program kerja atas visi misinya," ujarnya.

"Programnya belum diuraikan makanya harus dilengkapi. Kami berharap kedua pasangan bakal calon agar segera melengkapi persyaratan masing-masing pada masa perbaikan," tambahn Agussyah.

Mengenai kurang lengkapnya syarat pemenuhan bakal calon Wali kota dan Wakilnya, anggota Bawaslu Kota Medan, Muhammad Fadly meminta ketegasan kepada KPU.

Ia meminta KPU untuk membeikan batas akhir penyerahan syarat calon yang belum terpenuhi oleh kedua bapaslon, agar tidak menjadi masalah dikemudian hari.

"Sampaikan terhadap syarat dokumen kapan diserahkan, apabila tidak dipenuhi ada sanksinya, jangan sampai ini jadi sengketa nantinya," pungkasnya.

Dikabarkan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya, Bobby Nasution telah menjalani ujian tertulis pemeriksaan psikologi di Santika Hotel Medan, Selasa 8 September 2020.

Setelah menjalani ujian tertulis pemeriksaan psikologi tersebut, Bobby Nasution mengaku tidak menemui kesulitan.

"Tes psikologi biasa, seperti terakhir dulu waktu kuliah S2 (Magister). Banyak ketawa juga tadi, gambar-gambar itu. Kesulitan tidak ada," katanya. [pkry]