-->

Breaking

logo

September 2, 2020

Mantab BPN Denpasar Bunuh Diri, Keluarga Akhirnya Buka Suara

Mantab BPN Denpasar Bunuh Diri, Keluarga Akhirnya Buka Suara

NUSAWARTA - Mantan Kepala BPN Badung, Tri Nugraha tewas diduga bunuh diri dengan menembakan pistol.

Hal itu dilakukan Tri Nugraha usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dan gratifikasi oleh Kejaksaan Tinggi Bali.

Oleh keluarga, Tri Nugraha dimakamkan di TPU Cikutra, Kota Bandung, tepat di samping makam ibunya.

Perwakilan keluarga, Dewi Anggraeni yang juga kakak Tri Nugraha, meneybut adiknya adalah tipikal orang yang cukup ceria.

“Adik saya ketiga, saya anak kedua dan ada kakak saya. Memang dimakamkan didekat makam ibu saya,” jelas Dewi, Rabu (2/9/2020).

Dewi menceritakan, hari Sabtu sebelum almarhum ditemukan meninggal karena bunuh diri, pada Senin sore, keluarga sempat berkumpul.

“Kami terakhir kumpul hari Sabtu, kebetulan kan ada puasa asyura, adik saya Tri buka puasa kami berkumpul ngobrol,” jelasnya.

Saat ditanya soal firasat dan terkait kasus yang menjerat Tri Nugraha, Dewi menyatakan keluarga ikhlas.

“Ga ada apa apa, kematian itu kan ga ada yang tau, ya kami udah ikhlas,” paparnya.

Ditambahkannya, bahwa almarhum baru mempunyai satu orang cucu.

“Sabtu itu masih di Jakarta, habis lihat cucu pertamanya, dan semua berkumpul di Jakarta,” jelasnya.

Dewi meminta doa kepada masyarakat, agar almarhum adiknya ditempatkan tempat terbaik.

“Terima kasih, mohon doanya ya kepada semuanya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Tri Nugraha yang menjadi tahanan di Kejaksaan Tinggi Bali melakukan bunuh diri di dalam toilet kantor Kejaksaan Tinggi Bali.

Ia tersangkut kasus korupsi dan gratifikasi di Kantor Pertanahan Kota Denpasar serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada Kantor Pertanahan Kota Denpasar dan Badung.

Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono mengatakan, Tri Nugraha dipanggil penyidik Tipidsus Kejati Bali pada 31 Agustus 2020 sebagai tersangka.

Tri Nugraha datang sekitar pukul 10.00 WIT didampingi penasihat hukumnya.

Setelah pemeriksaan selesai, penyidik memutuskan Tri Nugraha ditahan. Namun yang bersangkutan menghilang setelah sebelumnya pamit ke mushala.

Setelah lama ditunggu, Tri Nugraha tak kembali dan menghilang.

Ia akhirnya dijemput paksa penyidik di rumahnya dan langsung dijebloskan ke rutan sekitar pukul 16.00 WIT. [pjst]