-->

Breaking

logo

September 3, 2020

Megawati Ditanya Kemungkinan Maju Jadi Presiden Lagi: Enak Saja, Jangan Ngomporin Dong!

Megawati Ditanya Kemungkinan Maju Jadi Presiden Lagi: Enak Saja, Jangan Ngomporin Dong!

NUSAWARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memberikan arahan kepada kader partai dalam pengumuman tahap V Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala daerah secara virtual, Rabu 2 September 2020. Dalam arahan tersebut, Megawati menyinggung soal mau jadi presiden lagi.

Menurutnya hal sangat jauh dari pikirannya sebab dia saat ini lebih memilih menyiapkan calon pemimpin bangsa melalui PDIP.

Kadernya, pilihan calon peimpin ya ia tunjuk bukan pragmatis tapi berdasarkan dengan hati yang bersih. Contohnya pada kasus Megawati memilih Jokowi menjadi calon presiden beberapa tahun lalu.

Menurutnya dia memilih Jokowi saat banyak kader PDI Perjuangan itu tak memperhitungkannya. Jokowi saat itu cuma seorang pengusaha furnitur dan insinyur saja, tak lebih dari itu.

Putri Bung Karno itu mengatakan, dia memilih Jokowi bukan untuk kepentingan sempit saja namun demi pemimpin yang membawa bangsa Indonesia lebih baik di masa depan. Lalu Megawati menyinggung soal mau jadi presiden lagi.

“Kan nggak mungkin ya yang namanya, ada yang bertanya ‘Bu kenapa nggak mau jadi presiden lagi’ Saya cuma mau ketawa, enak saja kamu manas-manasin gue,” kata dia disitat dari YouTube PDI Perjuangan.

Megawati menjelaskan, jelas dia nggak mau jadi presiden lagi karena dia ingin mengesampingkan kepentingan pribadi dan egonya. Makanya yang menjadi presiden dari partainya tak harus dia sendiri. ada kader kok.

Nggak suka pribadi Megawati ya monggo

Selanjutnya Megawati menceritakan bagaimana proses dan mekanisme dia memilih calon pemimpin daerah dan calon presiden.

Mekasnisme yakni penjaringan dari arus bawah kader. Selanjutnya suara dari bawah itu di bawa tingkat DPP, yang akan digodok oleh tim khusus. Biasanya rekomendasi calon pemimpin dari bawah yang diajukan kepadanya adalah tiga nama. Nantinya Megawati yang akan memilih siapa calon yang akan mendapatkan rekomendasi darinya.

Dalam kesempatan itu, Megawati menegaskan dia memiliki hak prerogatif sebagai ketua umum untuk menurunkan rekomendari calon pemimpin dalam Pemilu. Mega mengatakan, hak prerogatif itu merupakan amanah yang ia dapatkan dari kongres partai sebagai pengambilan keputusan tertinggi di PDIP.

Makanya, Megawati mengatakan, wajar saja kadang calon pemimpin yang diinginkan dari bawah tidak sesuai dengan keinginan Megawati. Menurutnya santai-santai saja.

“Saya katakan orang boleh marah secara pribadi tapi jangan saya sebagai ketua umum ya, karena saya dijadikan ketua umum oleh kalian di dalam institusi tertinggi partai, melalui kongres partai. Kita secara demokratis tapi terpimpin,” jelas Megawati.

Menghargai suara arus bawah

Meski memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa calon pemimpin yang diusung PDIP, Megawati mengatakan suara dari arus bawah dia hargai.

Baca juga: Semakin panas, kini Henry Subiakto sebut agama Rocky Gerung tak jelas

Soal mekanisme pengerucutan nama-nama calon dari bawah tidak pernah akan ditutup hanya karena Megawati punya hak prerogatif.

“Kalau dilihat dari sisi mekanisme pengerucutan, saya tidak pusing-pusing. Saya serahkan pada petugas partai yang saya pilih dan itu mereka diizinkan dari bawah. Siapa yang ingin dicalonkan dan saya selalu minta tidak boleh ditutup, artinya semua yang dari bawah dimasukkan ke DPP partai,” kata dia. [hps]