-->

Breaking

logo

September 11, 2020

Misteri Penemuan 17 Jenazah Utuh dalam Kapal Kuno Berusia 131 Tahun, Arkeolog Prediksi Kemungkinan Jebakan

Misteri Penemuan 17 Jenazah Utuh dalam Kapal Kuno Berusia 131 Tahun, Arkeolog Prediksi Kemungkinan Jebakan

NUSAWARTA - Pada 1898 silam, sebuah kapal uap kayu LR Doty dilaporkan tenggelam akibat badai dahsyat di perairan Danau Michigan, Amerika Serikat (AS).

Kejadian tersebut menewaskan sekitar 17 orang yang tengah berlayar bersama kapal LR Doty.

Dikutip dari laman Express, kapal yang tenggelam kemudian tak pernah ditemukan jejaknya oleh para ahli karena diduga berada di dasar laut yang dalam.

Lewat 100 tahun kemudian kapal LR Doty ditemukan oleh tim pencari Wisconsin Underwater Archaeolgy Association dan dibantu oleh informasi dari nelayan berusia 20 tahun.

Presiden dari tim yang berisi para arkeolog terkemuka tersebut, yakni Brendon Baillod mengatakan bahwa kapal tersangkut pada penghalang besar di dasar danau.

"LR Doty ditemukan oleh seorang nelayan komersial pada tahun 1991 yang sedang mengeluarkan jaring di air yang dalam, kapal tersangkut pada penghalang besar di dasar danau," ujarnya.

Saat itu, nelayan yang menemukannya langsung memberi informasi kepada warga sekitar.

Namun tak ada yang bergerak menarik LR Doty dari dalam air sebab letaknya ada di paling dasar danau dengan jarak sangat dalam.

"Dia (nelayan) memberi tahu beberapa orang tentang penemuannya secara lokal, namun karena letaknya ada di 300 kaki dalam air maka tak ada yang bergerak," tambahnya.

Baillod mengatakan, tak ada cacing yang hidup di dasar danau seperti halnya dasar laut. Kondisi tersebut membuat kayu kapal terjaga dengan cukup baik dan mendukung penelitian para arkeolog.

Saat diangkat, kapal tampak tegak dan utuh seolah baru berlayar di Danau Michigan. Terkecuali ruang kemudi dan palka dek yang meledak akibat badai dahsyat sebelum tenggelam.

Meski keadaan kapal masih utuh, terdapat 17 mayat yang terjebak dalam LR Doty sejak tahun 1898.

"Tidak ada sisa-sisa manusia yang pernah ditemukan setelah kapal menghilang pada tahun 1898, dan kami menduga bahwa sebagian besar awak kapal itu bersembunyi di dalam kapal karena mereka berada di laut setinggi 30 kaki di kapal yang hanya muncul 20 kaki di atas permukaan," ujarnya.

Menurut Baillod, ombak dahsyat benar-benar menyapu kapal dan membuat 17 orang di dalamnya tak dapat menyelamatkan diri.

"Dan ombak benar-benar menerpa deknya, jadi kami curiga tidak ada kru yang bisa melarikan diri ke permukaan hingga akhirnya badai menjadi jebakan tersendiri," tambah Baillod.

Kini, kapal tersebut akan dilindungi oleh hukum sebab telah ditetapkan sebagai situs bersejarah.

"Bangkai kapal ini dimiliki oleh orang-orang Wisconsin dan dianggap sebagai situs arkeolog dan kuburan. Penyelam dipersilakan mengunjungi situs tersebut, tapi hanya boleh untuk mengambil foto," ujarnya.

Berdasarkan keterangannya, para arkeolog berencana untuk mengawetkan setiap bagian dari kapal LR Doty.

Penemuan serupa didapat di pantai timur laut Florida dengan kapal yang kini telah 'kembali' setelah 500 tahun menghilang.

Salah satu penemuan paling terkenal dalam beberapa tahun terakhir adalah La Trinite, kapal Prancis abad ke-16 yang telah menjadi pusat pertempuran antara Prancis dan Spanyol. [pkry]