-->

Breaking

logo

September 1, 2020

Motif Prada Ilham Sebar Isu Palsu Masih Jadi Sebuah Misteri

Motif Prada Ilham Sebar Isu Palsu Masih Jadi Sebuah Misteri

NUSAWARTA - Kabar bohong yang disebar Prada Muhammad Ilham adalah sumber penyakit dari peristiwa penyerangan markas Polsek Ciracas Jakarta Timur. Motivasi apa gerangan yang mendorong Prada Ilham mengirim hoax?
Masalah ini berawal pada Kamis (27/8) lalu. Prada Ilham yang merupakan anggota Satuan Direktorat Hukum TNI Angkatan Darat (AD) berkendara di atas sepeda motor dan melaju di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

Di tikungan Jl Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, pertigaan lampu merah Arundina, Prada Muhammad Ilham berkendara, hendak menyalip kendaraan di depannya, tapi gagal. Karena kurang konsentrasi, Prada Ilham mengalami kecelakaan tunggal alias terjatuh sendiri dari sepeda motor di tikungan.

Dia terluka dan berkabar ke teman-teman tentaranya. Anehnya, Prada Ilham tidak mengabarkan peristiwa malam itu sebagai kecelakaan tunggal. Prada Ilham memilih mengarang cerita: dirinya dikeroyok. Hoax dikabarkan Prada Ilham ke teman-teman angkatan 2017.

Tak hanya menyebar kabar hoax, Prada Ilham juga membumbui info beracun itu dengan kalimat karangan yang mencoreng citra TNI.

Pihak TNI mengecek ke para saksi untuk membuktikan apa benar Prada Ilham dikeroyok orang pada Kamis (27/8) malam. Sembilan saksi warga sipil dimintai keterangan. Fakta terungkap: Prada Ilham berdusta. Kecelakaan tunggal tersebut juga dibuktikan dengan rekaman gambar CCTV dari salah satu toko di sekitar lokasi kejadian.

"Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV bahwa luka yang ada di prajurit MI bukan karena pengeroyokan tapi akibat kecelakaan tunggal," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (30/8) kemarin.

Teka-teki tersisa, apa motif Prada Ilham sebar hoax? Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan menyebut TNI perlu meningkatkan literasi bagi prajuritnya. Bila tingkat literasi meningkat, prajurit TNI bakal bersikap skeptis terhadap isu-isu yang berseliweran. Prajurit TNI sekalian aparat polisi harus bijak bermedia sosial (medsos).

"Medsos kita ini seperti pisau bermata dua. Bagi orang yang baik dia tetaplah berguna dan bermanfaat. Bagi orang beriktikad buruk dia bisa menjadi malapetaka, karena itu mau tidak mau, baik di TNI ataupun institusi Polri, harus memahami medsos baru ini yang ada di tangan kita semua dan substansinya," ujar Hinca di Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (31/8) kemarin.

Gara-gara hoax dari Prada Ilham, aset negara menjadi rusak dan pihak TNI minta maaf. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai para anggota TNI perlu dibina untuk berperilaku baik di medsos.

"Dan juga memang penggunaan-penggunaan medsos ini memang harus lebih ditekankan terutama kepada institusi-institusi yang mempunyai disiplin tinggi, bahwa memang harus mengecek terlebih dahulu, sebelum kemudian melakukan tindakan-tindakan yang berakibat akhirnya begini," ujar Dasco.

Apa boleh buat, hoax kadung meluncur dan menyulut penyerangan Polsek Ciracas. Ada kemungkinan, TNI dan Polri bakal menjerat penyebar hoax itu dengan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Jadi kita masih bekerja kita cari semua berita-berita tersebut. Kalau memang ini terbukti ada berita hoax, ini tentunya akan dijerat dengan UU yang ada yaitu UU ITE. Hukumannya cukup lumayan," kata Danpuspom TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Eddy Rate Muis, saat jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (29/8) lalu. [dtk]