-->

Breaking

logo

September 13, 2020

Nekat, Warga Sandera Buaya, Minta Tebusan Rp 10 Juta

Nekat, Warga Sandera Buaya, Minta Tebusan Rp 10 Juta

NUSAWARTA - Aksi nekat dilakukan warga di sebuah desa di negara bagian Uttar Pardesh, India. Mereka menyandera seekor buaya demi mendapat uang tebusan.

Menyadur Gulf News, Minggu (12/9/2020), buaya malang itu sampai di kolam desa karena terbawa arus saat banjir besar terjadi akibat badai monsun, Selasa (8/9/2020).

Pada awalnya, kehadiran reptil itu membuat warga desa takut. Namun, lama kelamaan pikiran jahat justru muncul dibenak para masyarakat setempat.

Mereka nekat menangkap buaya tersebut dan menjadikannya sebagai tahanan. Keputusan itu dilakukan demi bisa meminta uang tebusan kepada pemerintah.

Untungnya, petugas di zona penyangga di sekitar Cagar Harimau Dudhwa bergerak cepat untuk menyelamatkan sang buaya.

Menurut laporan kantor berita, Agence France-Presse (AFP), Anil Patel, seorang pejabat yang bertanggung jawab di sekitar Cagar Harimau Dudhwa, menyebut penduduk desa minta uang tebusan 50 ribu rupee atau sekitar Rp10 juta.

Butuh waktu berjam-jam bagi petugas untuk meyakinkan penduduk desa bahwa menyandera buaya itu ilegal.

"Mereka harus mengambil bantuan dari polisi dan pihak berwenang setempat untuk melepaskan buaya," menurut Patel.

Penduduk desa, kata Patel, tidak tahu bahwa buaya adalah hewan yang dilindungi di bawah Undang-Undang Perlindungan Margasatwa India.

Petugas menjelaskan kepada mereka bahwa mereka mengambil risiko mengambil tindakan hukum, dan bisa dipenjara hingga tujuh tahun, karena menahan reptil di penangkaran.

Patel mengatakan buaya malang itu kini telah dibebaskan ke alam liar. Sungai Ghagra menjadi lokasi pelepasan reptil besar tersebut.

"Kami melepaskannya ke sungai Ghagra pada hari yang sama," kata Patel.

“Penting bagi kami untuk mendidik lebih banyak orang tentang satwa liar," tambahnya. [suara]