-->

Breaking

logo

September 12, 2020

Novel Bamukmin: Mending Arief Puyuono Dipecat dari Gerindra, Sering buat Gaduh Dia

Novel Bamukmin: Mending Arief Puyuono Dipecat dari Gerindra, Sering buat Gaduh Dia

NUSAWARTA - Wasekjen DPP PA 212, Novel Bamukmin menyentil pernyataan Arief Puyuono yang menyebut Anies Baswedan sudah layak untuk dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta kerena menerapkan kembali PSBB.

Pernyataan Arief itu, kata Novel, dinilai akan berdampak terhadap hubungan Gerindra dengan Anies.Apalagi, waki gubernur DKI saat ini merupakan kader Gerindra.

“Pernyataan Arief Puyuono selalu membuat gaduh padahal sudah berkali kali diingatkan oleh jubir Gerindra sendiri bahwa jangan membawa- bawa partai dengan apa yang diocehkannya apalagi berkenaan dengan Pemrov DKI,” kata Novel saat dihubungi Pojoksatu.id, Sabtu (12/9/2020).

Novel mengatakan, pernyataan Arief Puyuono itu memang kerap merecoki hubungan Anies dengan Gerindra.

Bahkan, Novel menilai Arif Puyono itu seperti musuh dalam selimut terhadap Gerindra.

“Arief Puyono itu harus diberi sangsi tegas pemecatan dari partai gerinda kaena komen- komennya merugikan partai Gerindra sendiri dan jelas mengadu domba anak bangsa,” ungkap Novel.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total telah melanggar peraturan kedaruratan.

Kerena itu, Anies Baswedan sudah layak untuk dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Anies sudah layak dinonaktifkan. Karena penetapan PSBB wilayah tidak bisa tanpa sepengetahuan pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Jokowi,” kata Arief.

Karena itu, sambungnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto harus segera bertindak.

Dengan segera menghadap Presiden Jokowi untuk meminta penonaktifan Anies Baswedan dari gubernur DKI Jakarta.

“Untuk itu juga Partai Gerindra perlu segera mempersiapkan kadernya yang saat ini menjadi wakil gubernur DKI untuk menjabat sementara posisi gubernur,” paparnya. [psid]