-->

Breaking

logo

September 11, 2020

Ormas di Garut Halu Tingkat Dewa

Ormas di Garut Halu Tingkat Dewa

NUSAWARTA - Sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang menamakan diri Kandang Wesi Tunggul Rahayu bikin heboh. Ormas asal Garut ini mengubah lambang negara dan mencetak uang sendiri.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Garut Wahyudidjaya mengungkapkan, sebelumnya datang perwakilan ormas Kandang Wesi Tunggul Rahayu di kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Garut.

Tujuannya untuk mencatatkan organisasi tersebut. Dia membeberkan, dalam berkas organisasi tersebut, ternyata lambang negara burung garuda telah diubah. Kepala burung garuda dibuat menghadap ke depan dan bagian kepalanya dipasangi mahkota.

“Yang kita soal mengenai gambar garuda. Karena ini sebagai lambang negara dan sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2009 tentang Lambang Negara,” jelas Wahyu, Selasa (8/9).

Selain mengubah lambang negara burung garuda, Kandang Wesi Tunggal Rahayu juga diduga telah menerbitkan uang yang sudah bisa digunakan sebagai alat transaksi sesama anggota organisasi tersebut.

Uang kertas tersebut bergambar foto ketua organisasi. Pecahan uang yang dicetak pun beragam, mulai dari pecahan 20.000, 10.000, 5.000 hingga 1.000.

“Pakai foto ketua Paguyuban Tunggal Rahayu. Tapi kalau lihat desain, ini gambar Soekarno sebetulnya, tapi mukanya diedit jadi foto yang bersangkutan,” katanya.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, lambang negara Indonesia yakni Garuda Pancasila sudah final dan tidak dapat diubah-ubah. Jika ada yang mengubah, Dasco menganggapnya sebagai perbuatan makar.

“Ya menurut saya kan ini kita sudah sepakat Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kemudian ada yang mengatur soal lambang negara dan lain-lain. Di luar itu saya anggap makar,” kata Dasco.

Netizen mengecam dan meminta aparat kepolisian bertindak tegas terhadap ormas yang telah melecehkan lambang negara. “Harus diambil tindakan tegas dan segera!! Tangkap!!! Jangan biarkan ada yang melecehkan lambang Negara seperti ini. Ini pelanggaran berat,” ujar Kantayu.

“Mengganti lambang Negara, mencetak uang Rupiah sendiri dan mengedarkan di Wilayah NKRI adalah tindakan MAKAR,” ungkap Bengkeltanah1.

“Mendirikan negara dalam negara, makar,” tegas Chocollatespicy.

MrsRachelIn mengungkapkan, banyak pelanggaran yang dilakukan ormas tersebut. Kata dia, pelanggarannya bukan cuma pelanggaran administrasi, tapi juga menyebarluaskan ideologi baru.

“Anehnya kenapa baru ketauan setelah banyak pengikut?,” katanya.

“Sampaikan kepada yang berwajib, walau sekadar buat uang mainan hal ini telah merusak sejarah keuangan jika dibuat dengan gambar seolah-olah asli, pernah berlaku (dua alat bukti yang sebenarnya sumber uang dan bentuk uang),” ujar Ansyori_riduan.

JuandriSimangu3 meminta TNI hingga presiden turun mengatasi masalah tersebut. “Kalau tidak, dalam waktu dekat perang saudara akan terjadi di Indonesia,” ujarnya.

“Paling cuman pengen perhatian.. Pak Pol tolong perhatikan.. Langsung jeblosin saja,” tutur Anishartanto.

“Pak Kapolri tolong yang seperti ini ditindak tegas karena mereka sudah berani membuat Negara di atas Negara,” tambah BryokAceh. Menurut __GoldenAngel_, apa yang dilakukan ormas asal Garut merupakan pelanggaran hukum yang serius.

Indikasinya, kata dia, mengganti Pancasila, mencetak mata uang sendiri dan mengubah semboyan Bhinneka Tunggal Ika. “Edyaaan !!! Ini sudah pelanggaran hukum serius !!! Pengikutnya sudah mencapai ribuan orang. Tangkap dan proses hukum segera dong, jangan cuma pendataan aja,” tegasnya.

“Aneh saja jika Bakesbangpol bersama pihak terkait masih akan melaksanakan rapat? Sementara sudah jelas ada upaya ‘melawan negara’,” kata Blankoncoklat. Lucky_HS mengatakan, ormas serupa akan semakin banyak muncul dibiarkan.

“Kalau tetap gak ditindak tegas, akan muncul di daerahdaerah lain,” ungkapnya. “Kelompok macam ini tumbuh karena tau pemerintah gak tegas,” kata Hdx_juliansyah.

DriverUFO_97 mengaku pernah ditawari untuk ikut bergabung ke dalam ormas tersebut. Dia bilang, ormas Kandang Wesi Tunggul Rahayu sudah berusaha merekrut anggota ke tiap-tiap kabupaten di Jawa Barat.

“Dan saya pernah diajak masuk kelompok ini, tapi saya tidak tertarik,” katanya.

“Sudah habis fenomena kerajaan-kerajaan, kini muncul fenomena yang kek ginian juga. Hadewww apa ya yang ada di pikirannya kok dangkal amat ampe mau-maunya aja diajak ke dunia halu tingkat dewa kek gini,” tutur ANGIN131.

Revofebri meminta aparat kepolisian bertindak hati-hati menangani masalah tersebut. Kata dia, yang jelas pelanggaran adalah pemalsuan mata uang, dan mengubah simbol negara.

“Tapi apa motifnya tetap perlu diselidiki lebih dulu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wahyu menuturkan, sampai saat ini ormas Kandang Wesi Tunggul Rahayu belum mengantongi izin apapun.

Kata dia, jangankan akta hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), surat keterangan terdaftar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak ada.

“Akta notaris saja tidak punya,” katanya. Wahyu menambahkan, melihat ajuan pendaftaran dari lembaga tersebut, pihaknya mencoba meminta klarifikasi dari orang yang mendaftarkan lembaga tersebut.

Namun, orang tersebut tidak datang lagi ke kantor Kesbangpolinmas. “Hasil rapat sepakat bahwa hukum menjadi prioritas untuk menangani hal ini. Saat ini berproses secara bertahap, apakah ini ditemukan unsur pidananya atau tidak,” katanya. [rmco]