-->

Breaking

logo

September 8, 2020

Pelaku Sudah Minta Maaf, Keponakan Prabowo Masih Belum Puas

Pelaku Sudah Minta Maaf, Keponakan Prabowo Masih Belum Puas

NUSAWARTA - Akhirnya, Politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana meminta maaf soal cuitan ‘paha mulus Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan’. Dia juga sudah menghapus cuitannya itu. apakah Rahayu Saraswati Djojohadikusumo puas dengan sikap Panca? Ternyata, keponakannya Prabowo Subianto itu, tidak puas.

Awalnya, Panca masih keukeuh tidak bersalah. Sebab, dia tidak menyebut nama siapa pun dalam cuitannya tersebut dan tak perlu meminta maaf. Namun kemarin, Panca berubah pikiran.

“Sehubungan twit pribadi saya mengenai paha mulus Cawalkot Tangsel sudah terlanjur viral. Dengan ini saya mendelete twit tersebut. Mohon maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan twit tersebut. Memang gaya saya di Twitter seperti itu. sekali lagi mohon maaf,” ucap Panca dalam akun Twitter miliknya @panca66.

Bagaimana respons Saraswati atas permintaan maaf tersebut? apakah akan memaafkan dan tidak akan membawanya ke jalur hukum? “Bagi saya, mungkin karena hal seperti ini jadi makanan sehari-hari (istilahnya), saya tidak begitu memikirkan. Apalagi memang selama dua hari setelah cuitan itu muncul, kegiatan di lapangan full, maka saya tidak ada waktu untuk memikirkan soal drama Twitter itu,” jawabnya saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka, tadi malam.

Meski begitu, Saraswati kecewa lantaran ada tokoh politik yang meng objektifikasi perempuan. Terlebih perempuan itu sedang ikut dalam kontestasi Pilkada. “Pelecehan seksual dalam bentuk verbal melalui tulisan yang diunggah di medsos tetap sebuah pelecehan. Jika ibu anda yang dibicarakan bagian tubuhnya, apakah anda akan merasa tenangtenang saja? Kalau iya, selesai pembicaraan, bisa stop di sini karena nggak akan nyambung kita,” tegasnya.

Apakah akan dibawa ke jalur hukum? Dia akan mempertimbangkannya. Mengingat, saat ini kegiatannya sangat padat, masih fokus sosialisasi ke masyarakat. Putri Hashim Djojohadikusumo ini menyebut, mulai muncul dorongan dari pejuang perempuan dan aktivis anti kekeresan seksual. Komitmennya mendukung korban dan penyintas di pertanyakan jika tak mengambil sikap.

Sementara itu, warganet yang umumnya sudah kesal dengan kelakuan Panca, kembali melontarkan kritik. Akun @The_Eagle888 yang nyindir Deputi Isu dan Narasi Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat itu. “Kok dihapus? Konsisten dong,” cetusnya.

Pengamatan @sijabathotma10, permintaan maaf Panca tak tulus. “’Memang gaya saya seperti itu’. Sampah bener. Gayamu yang sebenarnya kan garuk-garuk dengkul. Dari tuitmu ini sebenarnya gak mencerminkan penyesalan,” katanya.

Beda halnya dengan @SBSembiring. Dia menilai, seharusnya pernyataan Panca bisa memutus rantai polemik yang ada. “Semestinya dengan per mintaan maaf yang tulus akan menyelesaikan polemik seperti ini. Saran saya pada @panca66 kiranya permintaan maaf tersebut disampaikan juga secara pribadi kepada orang bersang kutan,” imbuhnya.

Akun @SalmaBrecht juga memberikan tantangan bagi Panca untuk meminta maaf langsung ke ponakannya Prabowo Subianto itu. “Jadi laki-laki itu tidak hanya di depan istrinya saja. Kalau benar laki-laki. Berani tidak minta maaf langsung ke Mba @RahayuSaraswati, bukan di Twitter,” ajaknya.

“Kemarin gagah berani, katanya tidak menyebutkan secara pasti siapa cawalkot yang dimaksud. Kenapa sekarang kaya kucing kena lidi?” kata @defriantaS, heran.

Akun @aldinalsya justru berhayal yang tidak-tidak. “Padahal gua lebih suka ini sampai ke ranah pengadilan. Pasti bakalan rame pada mau lihat ‘barang bukti’,” duganya. Akun @axl_dream berusaha nga demin. “Yas udah manteman. Kalo sudah sadar itu salah gak apa-apa. Dari pada Jaenudin sudah salah masih belaga benar,” imbuhnya.

“Statement Mas Panca patut diapresiasi. Memang orang kerap lupa Twitter adalah ruang publik. Semoga Mas Panca tidak mengulangi blunder ini. Sebagai seorang politikus sebelum ngetwit,” pesan @Margijanto. [rkmr]