-->

Breaking

logo

September 6, 2020

Pelanggar Protokol Kesehatan Ini Cerita Soal Sanksi Ditandu Diiringi Tahlil: Saya Kapok, Rasanya Pengen Mati

Pelanggar Protokol Kesehatan Ini Cerita Soal Sanksi Ditandu Diiringi Tahlil: Saya Kapok, Rasanya Pengen Mati

NUSAWARTA - Satpol PP memberi hukuman ke orang-orang yang tidak memakai masker dengan menandunya dan membersihkan makam. Pelanggar pun mengaku takut menerima sanksi sosial tersebut.

"Gimana ya, serem, deg-degan rasanya pengin mati. Panas dingin," kata pelanggar yang dihukum ditandu, Iky (14), di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (6/9/2020).

Satpol PP dengan memakai alat pelindung diri (APD) atau hazmat membawa 1 tandu kemudian memberikan sanksi ke para pelanggar yang tidak memakai masker, salah satunya Iky ini. Iky dihukum dengan tidur diatas tandu kemudian diangkut.

Satpol PP yang memakai hazmat langsung mengikat kaki dan menutupi badan Iky dengan sebuah sarung dan diangkut ke pemakaman di dekat Stadion Pakansari, yakni Pemakaman RW 05 Cikempong. Sedangkan 11 pelanggar lainnya seperti Iky, mengikuti di belakang. Mereka bertugas mengucap tahlil selama Iky ditandu.

Lantunan tahlil dibacakan sampai ke pemakaman. Pelanggar yang ditandu ini dibawa sampai sekitar 30 meter. Usai ditandu, pelanggar yang tidak memakai masker diberi arahan tentang pentingnya protokol kesehatan COVID-19.

Setelah itu, ke-12 pelanggar diberi masker. Usai diberi masker, mereka semua diminta untuk membersihkan makam.

Iky pun menjelaskan dia kapok. Dia mengaku tidak akan mengulangi kesalahannya lagi, yakni tidak memakai masker.

"Ya gimana ya, panik sih (ditandu). Lupa, ketinggalan (masker saya). Kapok kayak gini mah," ucap Iky.

Pelanggar lainnya, Atang (30) mengaku berat menjalani sanksi sosial ini. Atang pun mengaku malu saat menjalani sanksi sosial berupa membersihkan makam.

"Lumayan berat (sanksi sosial ini). Biasanya kan diperingati (bila tidak pakai masker), sekarang nggak langsung sanksi berupa bersihin makam. Malu sih malu," kata Atang.

Dia pun mengatakan baru pertama kali terkena sanksi sosial dari Satpol PP. Atang mengungkapkan bisa terkena hukuman karena dirinya lupa membawa masker. "Ya kaget, baru pertama kali. Biasanya si bawa mulu tiap hari," ucapnya.

Ian Indriawan, warga yang juga terkena hukuman membersihkan makam juga mengaku kaget saat menerima sanksi dari Satpol PP. Ian pun mengaku kapok usai menerima hukuman tersebut.

"Ya itu (dihukum karena) nggak pakai masker. Kapok lah kapok. Tapi sebenarnya bawa, jatuh maskernya," ujar Ian.

Sebelumnya, sejumlah orang yang terjaring razia karena tidak memakai masker saat berolahraga di sekitaran Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor disanksi ditandu dan membersihkan makam. Satpol PP menyebut sanksi sosial ini diberikan agar masyarakat sadar.

"Itu untuk biar mengilhami kepada masyarakat. Saking kita ingin memberi perhatian, bahwa kalau anda tidak aware dengan kesehatan anda, tidak aware protokol kesehatan, maka bisa jadi anda betul-betul ditandu, dibawa ke makam," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho, di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (6/9/2020).

Agus menjelaskan sanksi sosial yang dilakukan petugas Satpol PP berpakaian hazmat dengan menandu dan meminta pelanggar membersihkan makam adalah bentuk inovasi. Dia mengatakan inovasi penting dilakukan agar masyarakat sadar untuk menjaga kesehatan di tengah COVID-19.

"Jadi kalau teman-teman di kecamatan, di Kabupaten Bogor, seluruh anggota Satpol PP di Kabupaten Bogor ini saya minta silahkan berinovasi, yang penting inovasi itu mendidik, tidak menyakiti baik fisik maupun mental dan tidak menyalahi aturan. Karena begini, bahwa yang namanya menyadarkan masyarakat itu sangat sulit sehingga perlu cara-cara agar secara memori mereka bisa teringat selalu," ungkapnya. [dtk]