-->

Breaking

logo

September 11, 2020

Pemilik Mobil Komando yang Dirusak Pendukung KAMI Akhirnya Lapor Polisi

Pemilik Mobil Komando yang Dirusak Pendukung KAMI Akhirnya Lapor Polisi

NUSAWARTA - Pemilik mobil komando saat aksi demo mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Cendikiawan Cipayung (ICC) di depan Gedung Sate, Senin (7/9), Ade Sopian (42), melapor ke polisi.

Pelaporan ini dilakukan karena mobil komando tersebut dirusak oleh kelompok massa yang diduga pendukung Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI).

“Yang dilaporkan oleh klien saya adalah para oknum kelompok yang diduga pendukung KAMI. Sebab mereka merusak mobil klien saya,” kata Hilmi Dwi Putra, pengacara Ade Sopian di Mapolrestabes Bandung, Jumat (11/9/2020).

Hilmi mengungkap, sebelumnya, kelompok mahasiswa ICC menyewa mobilnya lengkap dengan persangkat pengeras suara milik kliennya.

Mobil itu digunakan mahasiswa untuk menggelar aksi di depan Gedung Sate, sekitar pukul 09.00 WIB.

Selanjutnya, terjadi kericuhan sekitar pukul 10.20 WIB setelah massa aksi dari mahasiswa menggelar orasi.

Diduga kericuhan terjadi antara massa pendukung KAMI dan kelompok mahasiswa.

Dalam kericuhan itu, sejumlah mahasiswa mengalami pemukulan diduga dilakuan oknum massa pendukung KAMI.

“Dalam insiden itu, tak hanya mahasiswa yang mengalami pemukulan, sopir mobil komando juga dipukul,” ujarnya.

Nahasnya, oknum massa pendukung KAMI juga merusak mobil korban beserta alat pengeras suaranya.

“Akibatnya, kaca lampu depan mobil pecah, genset dan sound system rusak,” ungkapnya.

Hilmi menuturkan, pelaporan ini dilayangkan lantaran kliennya merasa dirugikan akibat kerusakan mobil dan perangkat pengeras suara miliknya.

Apalagi, kliennya hanya wirausaha kecil yang kebetulan menyewakan mobil dan perangkat pengeras suara.

“Kerugian yang diderita klien kami sekitar Rp10 juta. Klien kami ini kan wirausahawan kecil, ├╝sahanya menyewakan mobil. Kasihan,” tutur dia.

Hilmi juga membantah bahwa pelaporan ini berbau politis. Laporan ini murni terkait tindak kekerasan terhadap barang atau perusakan mobil komando oleh oknum ormas.

“Kami sudah buat laporan dan berharap kasus ini diusut tuntas,” tegas Hilmi.

Seperti diberitakan sebelumnya, KAMI membantah telah terjadi kericuhan di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung saat KAMI menggelar aksi beberapa waktu lalu.

Pengawas Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Moral KAMI Jabar Kolonel Purn Sugeng Waras mengatakan, pihaknya tidak melakukan pengusiran terhadap aktivis ICC dan Aliansi Mahasiswa Pasundan (AMP).

“Bukan. Tidak ada pengusiran saat aksi KAMI di Gedung Sate kemarin,” tegas Sugeng saat dikonfirmasi. [pjst]