-->

Breaking

logo

September 3, 2020

Polemik Internal PAN Pecah Lagi, dari Konflik Besan vs Besan, Sekarang Anak vs Ayah

Polemik Internal PAN Pecah Lagi, dari Konflik Besan vs Besan, Sekarang Anak vs Ayah

NUSAWARTA - Berawal dari persaingan dalam dinamika politik pemilihan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) perseteruan Amien Rais dengan besannya, Zulkifli Hasan (Zulhas), kini justru lebih tampak sebagai konflik bapak-anak. 

Ini tak lain karena belakangan Mumtaz Rais lebih menonjol menyampaikan narasi tandingan atas ketidakpuasan kubu Amien Rais terhadap hasil Kongres PAN di Kendari lalu.

Mumtaz tampak bersemangat menangkis serangan pendukung Amien Rais terhadap kepemimpinan Zulhas dan menyampaikan serangan balik di saat yang bersamaan. 

Terakhir, Mumtaz melontarkan pernyataan menohok soal rencana pembentukan partai baru yang digagas pendukung Amien Rais.

Tidak hanya mempelesetkan nama PAN Reformasi sebagai PAN Halusinasi, dia menyebut partai tersebut tempat kumpulan para pengangguran. 

Mumtaz bahkan bernazar untuk berenang dari Pantai Kapuk sampai Labuan Bajo bila partai baru yang diklaim telah direstui bapaknya itu benar-benar terbentuk.

Refly Harun dalam video yang diunggah di saluran Youtube pada Rabu (2/9/2020) petang menilai apa yang terjadi pada PAN sebenarnya fenomena yang biasa terjadi pada partai politik di Indonesia. 

Menurut dia, fenomena tersebut menegaskan bahwa partai memang tidak pernah bergerak di bawah, melainkan hanya di tingkat elite kendati mengklaim adanya dukungan dari bawah.

”Saya tidak yakin ini pertarungan akar rumput, tetapi pertarungan antara elite-elite PAN yang berkuasa dengan mereka yang barangkali tersingkir. Pertarungan antara pengikut Zulkifli Hasan dengan pengikut Amien Rais,” ujar Refly dalam video berjudul ”Rais Versus Rais Perseteruan Anak Bapak!!”.

Meskipun begitu, Refly mengatakan konflik PAN ini tetap menarik untuk disimak kelanjutannya. 

”Menarik melihat apakah Amien Rais berhasil memenuhi tantangan anaknya sendiri untuk membentuk PAN Reformasi dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM, serta terdaftar di Pemilu 2024,” ujar Refly. [sdnws]