-->

Breaking

logo

September 5, 2020

Rahayu Saraswati ke Said Didu: Tidak Ada Toleransi Atas Tindakan Pelecehan Seksual

Rahayu Saraswati ke Said Didu: Tidak Ada Toleransi Atas Tindakan Pelecehan Seksual

NUSAWARTA - Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo angkat bicara soal dugaan pelecehan seksual yang dilakukan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Said Didu, dan politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana di sosial media.

Rahayu Saraswati menyayangkan dan kecewa dengan sikap yang dilakukan kedua tokoh senior yang memberikan contoh buruk kepada masyarakat.

Bahkan mengobjektifikasi bagian tubuh seorang calon kepala daerah.

"Saya menyayangkan saja dan jujur kecewa bahwa ada tokoh-tokoh politik senior yang memberikan contoh kurang baik bahkan mengobjetifikasi seorang calon pimpinan daerah," ujar Rahayu Saraswati saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (5/9/2020).

Politisi Partai Gerindra itu menuturkan meski cuitan tersebut tidak mencantumkan dirinya atau nama seseorang.

Namun ia tak akan memberikan toleransi kepada siapapun atas pelecehan verbal terhadap perempuan.

"Ya, dikatakan bahwa tidak mencantumkan nama. Maka bisa saja yang beliau maksud adalah calon wakil wali kota yang lainnya yang notabene laki-laki semua. Mungkin saja. Namun sikap saya jelas. Tidak ada toleransi atas pelecehan seksual, verbal sekalipun. Terlalu banyak perempuan mengalami dan memaklumi walaupun hal tersebut melukai kaum Hawa," tuturnya.

Keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu menilai bahwa pelecehan verbal yang diduga dilakukan Said Didu dan Panca sangat merendahkan bahkan melukai derajat perempuan terutama para atlet perempuan.

"Saya sebagai aktivis perempuan dan anak menyayangkan adanya kejadian ini dan para pelaku harus tahu kalau hal tersebut tidak meninggikan derajat perempuan tapi melukai martabat perempuan terutama contohnya para atlet olahraga perempuan," kata Rahayu Saraswati.

Lebih lanjut, mantan anggota DPR periode 2014-2019 itu menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai dugaan pelecehan verbal yang dilakukan Said Didu dan Panca.

Rahayu menegaskan bahwa perlu ada perbaikan sikap terkait akhlak dan karakter melalui pendidikan.

"Silakan masyarakat yang menilai tetapi saya berpihak kepada para korban pelecehan seksual dan menyatakan bahwa hal ini tidak perlu mereka hadapi sendiri dan memang harus ada perbaikan sikap lewat pendidikan tentang akhlak dan karakter dan budi pekerti," ujarnya.

Rahayu Saraswati menyebut bahwa dirinya baru mengetahui cuitan Said Didu dan Panca yang viral dari timnya.

"Setahu saya ada dua pihak ya yang melakukan cuitan yang sepertinya akhirnya viral. Akun Twitter tidak saya pegang secara pribadi sebenarnya, tapi oleh tim saya yang mengerti betul perjuangan saya soal pelecehan dan kekerasan seksual yang kerap kali terjadi di Indonesia, baik fisik maupun verbal bahkan lewat medsos sekalipun," katanya.

Kecaman Publik

Diberitakan sebelumnya, deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Said Didu, dan politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana, tengah mendapat kecaman dari publik.

Itu setelah keduanya dinilai warganet diduga melecehkan Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Hal tersebut terungkap lantaran cuitan Ketua DPP Bidang Eksternal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany di akun twitter @TsamaraDKI.

Tsamara dalam cuitannya mengunggah tangkapan layar tulisan Said Didu dan Panca yang membahas soal bagian tubuh calon wakil wali kota Tangsel.

Mulanya Panca dengan aku twitter @Panca66 menyebut, "Paha calon wakil walikota Tangsel itu mulus banget."

Cuitan Panca tersebut kemudian direspons Said Didu bahwa tulisan Panca hoaks kalau tak ada foto.

"Huzzz–no pict hoax (tak ada gambar berarti hoaks—red)," balas mantan sekretaris Kementerian BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Lecehkan Perempuan

Tsamara menilai bahwa cuitan keduanya tersebut melecehkan perempuan.

"Untuk yang bilang screenshot itu editan & nggak asli, monggo ya. Saya nggak peduli orangnya siapa. Yang saya tahu pesan yang ada di sini salah 100% dan jelas pelecehan seksual terhadap perempuan," kata Tsamara melalui akun Twitter-nya yang dikutip Suara.com, Sabtu (5/9/2020).

Tsamara juga menyebut bahwa cuitan tersebut membuktikan bahwa otak pelaku pelecehan yang bermasalah bukan korban pelecehannya.

Kata Tsamara, seharusnya yang dibahas yaitu pencalonannya Rahayu Saraswati di Pilwalkot Tangerang bukan tubuhnya.

"Ini salah satu contoh riil bahwa otak pelaku pelecehan yang bermasalah, bukan korban pelecehannya. Mbak Sara sedang nyalon jadi pejabat publik, yang dibahas malah ketubuhannya? Apa coba yang bermasalah kalau bukan otak pelaku?" tulis Tsamara.

Tsamara juga menyebut Said Didu dan Panca tak memiliki rasa malu karena melecehkan perempuan dalam hal ini Rahayu Saraswati.

"Tanpa malu melecehkan perempuan seperti ini. Lalu merasa suci, merasa bisa 'menyelamatkan' bangsa ini. Jangankan menyelamatkan bangsa, menghargai perempuan saja tidak bisa. Alih-alih menilai/mengkritik @RahayuSaraswati dari track record & kinerja, malah sibuk cari cara melecehkannya," kata Tsamara. [suara]