-->

Breaking

logo

September 6, 2020

Rocky Gerung Sebut Jokowi Kuper: Teman Dekat Dia Hanya Tinggal Influencer

Rocky Gerung Sebut Jokowi Kuper: Teman Dekat Dia Hanya Tinggal Influencer

NUSAWARTA - Pengamat politik sekaligus ahli filsafat, Rocky Gerung secara tak langsung menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi minim pergaulan. Bahkan, kata Rocky, kini teman dekat Jokowi hanya berasal dari kalangan influencer di media sosial.

Disitat dari saluran Youtube Rocky Gerung Official, Minggu 6 September 2020, Rocky Gerung mengatakan, saat ini Jokowi tak bisa berteman dengan jajaran menteri lantaran kepala negara itu tak memahami teknis pembangunan negara. Itulah mengapa, sandaran dia saat ini hanyalah influencer.

“Presiden tak mungkin tak bertemu influencer, karena dia tidak mampu mengucapkan sesuatu tanpa berdiskusi dengan influencer. Lain lagi kalau presiden bisa berorasi dengan bagus, maka influencer hanya diperlukan saat dia (Jokowi) kekurangan narasi, tapi masalahnya dia selalu kekurangan narasi,” ujar Rocky.

“Logika saya, dia hanya bergaul dengan influencer. Jokowi mau bergaul dengan siapa lagi? Menteri? Ya susah. Presiden tidak punya kapasitas memahami teknis pembangunan. Jadi memang teman terdekat presiden tinggal influencer,” sambungnya.

Lebih jauh, Rocky meyakini, Jokowi acap bertemu dengan influencer minimal empat hari sekali. Bukan hanya secara langsung, melainkan juga melalui forum yang digelar secara daring. Sebab dengan begitu, Jokowi menjadi tahu perkembangan isu baru seputar milenial atau hal-hal yang disukai anak muda.

“Enggak mungkin presiden enggak di webinar, Zoom atau WA dengan influncer-nya. Saya kira dia bertemu influencer empat hari sekali. Karena dia selalu mau dapat isu terakhir apa soal milenial, kata-kata terbaru apa di kamus netizen, itu semua dapatnya dari influencer,” terangnya.

Jokowi hanya membaca apa yang disodorkan influencer

Pria yang acap mengkritik kinerja pemerintah itu menduga, Jokowi sejatinya tak membaca perkembangan isu melalui media massa atau sumber literasi lainnya. Melainkan, kata Rocky, dia hanya membaca sesuatu yang disodorkan para influencer-nya. Sehingga, apa yang dia tahu merupakan hal-hal seputar kebaikan negara saja.

“Harusnya kalau baca medsos, harusnya dia baca sendiri. Tapi terlihat, sebetulnya dia hanya membaca medsos yang disodorkan oleh influencer itu. Sehingga perkembangan yang lain, dia enggak tahu,” tegasnya.

Istana jelaskan fungsi influencer

Juru Bicara Presiden, Fajroel Rachman mengaku, kehadiran influencer sejatinya memang diperlukan pemerintah. Sebab dengan begitu, mereka bisa menjadi jembatan komunikasi kebijakan antara pemangku jabatan dan seluruh masyarakat Indonesia.

“Para aktor digital sebagai key opinion leaders merupakan aktor penting dalam masyarakat berjaringan sebagai perkembangan era transformasi dan demokrasi digital,” ujar Fajroel, dinukil dari Suara.

“Pada konteks pemerintahan demokrasi, kelas menengah, kelompok sosial yang sangat aktif di dunia digital, selalu dibutuhkan sebagai jembatan komunikasi kebijakan pemerintah dengan seluruh warga,” kata dia. [hps]