-->

Breaking

logo

September 8, 2020

Sandiaga Uno Mengaku Telah 'Enam Kali' Menolak Tawaran Jabatan Menteri

Sandiaga Uno Mengaku Telah 'Enam Kali' Menolak Tawaran Jabatan Menteri

NUSAWARTA - Di tengah merebaknya isu akan masuk pemerintahan, Waketum Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Kementerian BUMN, kemarin. Dia bertemu dengan sahabat lamanya, Erick Thohir. Dalam pertemuan dengan Menteri BUMN itu, Sandi mengaku hanya bicara soal vaksin Covid-19 dan ekonomi. Tidak ada pembicaraan soal "kursi". Namun, orang dekat Sandi, Kawendra Lukistian mengaku, ada enam kali tawaran kursi menteri ke Sandi, tapi Sandi menolaknya. Dari siapa Sandi mendapat tawaran kursi menteri itu? "Ada lah," kata Kawendra.

Lewat video berdurasi 2 menit 28 detik, Sandi menjelaskan, dirinya dan Erick berbicara mengenai perkembangan vaksin Covid-19. Saat ini, pemerintah terus mengembangkan vaksin, baik secara mandiri maupun kerja sama dengan pihak asing. Misalnya, Bio Farma tengah melakukan uji coba tahap ketiga vaksin Covid-19 buatan Sinovac, perusahaan asal China.

"Kita Alhamdulillah dapat kesempatan diskusi dengan Pak Menteri BUMN, Erick Thohir," ujar Sandi, yang mengenakan blazer hitam, melapisi kaos putih yang dikenakan di dalamnya, dan celana cokelat. 

Dalam penuturan Erick ke Sandi, rencananya, vaksin itu mulai diimplementasikan akhir tahun ini atau awal tahun depan. Meski begitu, Sandi mengingatkan, hadirnya vaksin bukan berarti masyarakat mengendorkan semangat untuk disiplin menegakkan protokol kesehatan. Minimal memakai masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan rutin. "Itu yang menjadi satu keharusan di tengah pandemi ini," imbaunya. 

Isu lain yang dibahas Sandi dan Erick adalah pemulihan ekonomi pasca pandemi Corona. Diketahui, Erick ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Ketua Pelaksana Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Kata Sandi, Erick menyatakan BUMN sigap melaksanakan setiap penugasan yang diberikan pemerintah. Terutama, tugas untuk menggerakkan perekonomian nasional dan membuka lapangan pekerjaan di tengah pandemi.

Kemudian, keduanya juga membahas  transformasi BUMN dengan logo baru serta slogan akhlak yang kini diterapkan dalam mengemban tanggung jawab sebagai agen pembangunan nasional. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, dengan adanya transformasi di BUMN, Erick berharap bisa menciptakan perubahan yang lebih baik ke depannya. 

Sandi memastikan siap berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Kementerian BUMN untuk mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan. "Terima kasih Pak Menteri, sukses untuk tugasnya," tutup Sandi.

Juru Bicara Sandi, Kawendra Lukistian menambahkan, bosnya itu datang ke kantor Erick setelah Dzuhur, tepatnya pukul 12.30 WIB. Ada banyak tim juga yang ikut. "Pertemuan berlangsung kurang lebih 1,5 jam," ujar Kawendra, kepada Rakyat Merdeka, semalam. 

Yang dibicarakan, seperti dipaparkan Sandi tadi, salah satunya adalah soal pemulihan ekonomi. Erick, dituturkan Kawendra, banyak minta saran kepada Sandi. "Ngobrol santai sahabat lama," imbuhnya. 

Keduanya sempat makan siang bersama di sela-sela pertemuan itu. Dalam salah satu foto yang dikirimkan, terlihat keduanya sedang duduk di meja makan. "Sempat makan siang tadi diajak Bang Erick. Tapi lauknya saya nggak tahu, hehehe," ungkap Kawendra. 

Selain pembicaraan soal vaksin dan pemulihan ekonomi, tak ada lagi yang dibicarakan. Termasuk, soal kemungkinan Sandi masuk kabinet, seperti yang belakangan terus berhembus. "Hehehe, tadi nggak ada," ucapnya.

Kalaupun ditawari jadi menteri, Kawendra memastikan Sandi tak akan mau. Begitu pun jika dia ditawari untuk mengurus BUMN. "Udah enam kali ditawarin jadi menteri, kan nggak berkenan dia. Ditawarin urus beberapa BUMN juga nggak mau. Mau urus OK Oce dulu aja," tandas Kawendra. [rmco]