-->

Breaking

logo

September 7, 2020

Sebelum Akhirnya WO, PSI Tuding Rapat Paripurna Bareng Anies Baswedan dan Prasetyo Hanyalah Sebuah Settingan

Sebelum Akhirnya WO, PSI Tuding Rapat Paripurna Bareng Anies Baswedan dan Prasetyo Hanyalah Sebuah Settingan

NUSAWARTA - Empat Fraksi di DPRD DKI Jakarta menolak pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD (P2ABPD), salah satunya fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sebelum meninggalkan ruang ruang rapat (walk out), Sekretaris PSI DPRD DKI Jakarta Anthony Winza Probowo menuding rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Anies Baswedan settingan. Pernyataan ini disampaikan Anthony ketika mengetahui fasilitasi mic meja wireless (mikrophone) yang disediakan di setiap tempat duduk anggota dewan tidak berfungsi.

Anthony bahkan sampai maju ke depan mimbar untuk bicara menggunakan pengeras suara saat mendapati fasilitas di mejanya tidak berfungsi.

"Mikrophone-nya nggak ada. Saya nggak ngerti apakah ini setting atau apa," kata Anthony dari atas mimbar.

Dia menduga, pengeras suara sengaja dicabut oknum tertentu dalam rapat paripurna. Peristiwa ini baru terjadi kali ini selama dirinya mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD DKI Jakarta.

"Baru kali ini saya lihat rapat paripurna, anggota dewan tidak diberikan mikrophone, dicabutin dari mejanya, satu per satu dipretelin," tegasnya.

Politikus PSI itu semakin heran ketika melihat pengeras suara yang digunakan Prasetyo Edi Marsudi dan Gubernur Anies Baswedan berfungsi normal. Dia menyebut peristiwa ini adalah upaya mendiskriminasi anggota dewan.

"Ada yang pakai mikrophone dan ada yang nggak, sama-sama wakil rakyat. Dan kenapa sampai segitunya sih dicabut mikrophonenya? Tolong dijawab gitu," tegasnya.

Dia melanjutkan, menggunakan satu pengeras suara di atas mimbar secara bergantian rentan terjadi penularan virus Covid-19.

"Hanya pimpinan, gubernur dan wagub di atas saja. Biasanya setiap satu meja ada satu. Kita lagi suasana Covid, enggak mungkin saya buka masker teriak-teriak interupsi," tandasnya.

Fraksi-fraksi yang memilik walk out ialah PAN, Nasdem, PSI dan Golkar. Meski begitu, rapat paripurna tetap berlangsung karena fraksi PDIP, Gerindra, PKS dan Demokrat tetap bertahan. Jumlah fraksi yang bertahan dalam ruang sidang masih melampaui jumlah 50 persen dari keseluruhan fraksi sehingga rapat tetap kourum.

Prasetyo Edi Marsudi pun meresmikan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (Perda APBD) 2019.

Mendengar hasil rapat, Gubernur Anies Baswedan merasa puas. Bahkan di akhir sidang dia membacakan sebuah pantun.

"Makan rendang sambil tambah nasi. Makannya berdua sangatlah lahap. Dalam sidang yang banyak intrupsi. Pukulan palu pak ketua sangatlah mantap," demikian bunyi pantun Anies disambut tepuk tangan peserta rapat. [akrt]