-->

Breaking

logo

September 15, 2020

Sentilan Puan Maharani untuk Cakada di Pilkada Serentak 2020: Kreatif Dong

Sentilan Puan Maharani untuk Cakada di Pilkada Serentak 2020: Kreatif Dong

NUSAWARTA - Ketua DPR RI Puan Maharini meminta bakal calon kepala daerah (cakada) mengandalkan kreatifitas saat menyampaikan visi misinya dalam berkampanye.

Hal tersebut bertujuan untuk menghindari terjadinya kerumunan dan mencegah penularan baru virus korona atau Covid-19.

Demikian disampaikan Puan Maharani kepada wartawan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

“Kampanye pilkada harus semakin kreatif, agar visi dan misi calon tetap tersampaikan ke masyarakat dan protokol cegah Covid-19 harus tetap terjaga,” ungkapnya.

Ia mengatakan, di samping berkampanye menyampaikan soal program para calon pemimpin daerah.

Menurutnya, para pendukung, dan masyarakat juga harus bahu-membahu mengkampanyekan hidup dengan mematuhi protokol kesehatan.

Semua aktivitas kampanye, lanjut ketua DPP PDIP itu, harus dilakukan dengan mengenakan masker, sering cuci tangan, dan menjaga jarak fisik.

“Batasi pertemuan-pertemuan yang berkerumun. Kita semua wajib melaksanakan protokol Covid-19 untuk menyukseskan Pilkada 2020,” ujar Puan.

Jika tidak patuh dalam menerapkan protokol kesehatan, putri Megawati Soekarnoputri itu khawatir Pilkada Serentak 2020 menjadi klaster penularan baru.

“Seperti yang dikhawatirkan banyak pihak,” sambung Mantan Menteri Menko PMK ini.

Oleh karena itu, Puan mengimbau semua pihak terkait agar tidak mengabaikan anjuran pemerintah dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat di era new normal.

Berdasarkan laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), ada 243 bakal pasangan calon kepala-wakil kepala daerah yang diduga melanggar protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Temuan dugaan pelanggaran itu terjadi pada masa pendaftaran calon Pilkada 2020, sejak 4-6 September 2020

Dugaan pelanggaran itu dilakukan sebanyak 141 bakal pasangan calon yang melanggar protokol kesehatan pada hari pertama dan 102 bakal pasangan calon yang melanggar pada hari kedua.

“Kita berharap agar kejadian yang sama tida terulang kembali, perketat protokol cegah Covid-19 agar pilkadanya berhasil, sukses, berjalan lancar, tidak ada klaster Covid-19 di pilkada,” pungkasnya. [pjst]