-->

Breaking

logo

September 14, 2020

Syekh Ali Jaber Ditusuk, Begini Reaksi Ali Mochtar Ngabalin

Syekh Ali Jaber Ditusuk, Begini Reaksi Ali Mochtar Ngabalin

NUSAWARTA - Penusukan terhadap Syekh Ali Jaber menuai kecaman dari banyak pihak. Apalagi penyerangan dilakukan saat tabligh di depan pada jamaah.

Kecaman salah satunya datang dari Ali Mochtar Ngabalin.

Ketua Umum Pengurus Pusat Badan Koordinasi Muballig se-Indonesia (Bakomubin) ini menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang sangat mengejutkan umat Islam tersebut.

Ngabalin menyebut, penyerangan yang dilakukan Alfin Andrian itu jelas-jelas mengancam keselamatan jiwa seorang ulama.

Demikian Ngabalin dalam keterangan tertulis kepada jpnn.com, Senin (14/9/2020).

“PP Bakomubin mengecam keras tindakan yang mencederai dan mengancam jiwa Al Ustaz Al Mukaram Syekh Ali Jaber tersebut,”

Untuk itu, pihaknya mendesak aparat keamanan dan Polri agar dapat melakukan pengusutan, pemeriksaan atas peristiwa tersebut.

“Secara tegas, tuntas dan transparan,” tegas tokoh kelahiran Fakfak Papua Barat ini.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk dapat bersabar dan menahan diri, serta tidak melakukan tindakan sepihak atau main hakim sendiri.

Seyogyanya, lanjutnya, masyarakat bisa mengikuti langkah hukum yang dilakukan pihak kepolisian.

“Demikian sikap keprihatinan dari kami. Dengan iringan doa, semoga Allah SWT memberi kesembuhan, keselamatan kepada Al Ustaz Al Mukaram Syekh Ali Jaber,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolresta Bandarlampung Kombes Yan Budi Jaya menyatakan bahwa pihaknya sudah menetapkan Alfin Andrian sebagai tersangka.

“Pelaku jadi tersangka dengan pasal 351 ayat 2, ancaman maksimal lima tahun penjara. Tersangka sudah ditahan di Rutan Polresta,” ungkapnya.

Yan Budi mengakui bahwa orangtua pelaku memang menyatakan bahwa Alfin mengalami gangguan jiwa sejak 2016 silam.

“Jika berdasarkan keterangan orangtuanya, bahwa sejak 2016 yang bersangkutan mengalami stres diakibatkan ibunya yang menjadi tenaga kerja di Hong Kong menikah lagi,” ujarnya.

Akan tetapi, keterangan orangtua pelaku itu tak begitu saja dipercaya oleh penyidik.

Karena itu, pihaknya saat ini sudah berkoordinasi dengan Biddokkes Polda Bandarlampung untuk memeriksa kejiwaan pelaku.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk memastikan apakah benar Alfin mengalami gangguan jiwa atau tidak.

Sampai saat ini, pihaknya juga masih menunggu tim dari Mabes Polri untuk memastikan kejiwaan Alfin Andrian.

“Semalam sudah kita datangkan psikiater dari RSJ Lampung. Tapi baru diagnosa awal,” katanya.

“(Kejiwaan pelaku) Itu masih kita dalami. Masih menunggu dari Mabes Polri,” jelas Yan Budi.

Saat ini, kasus penusukan terhadap ulama itu ditangani penyidik Polresta Bandarlampung.

“Kita tetap berproses dengan prosedur. Karena itu kan (pemeriksaan kejiwaan) hanya untuk membuktikan dia ini benar atau tidak mengidap gangguan jiwa.” terangnya.

“Kalau ada kartu kuning, bisa dipastikan dia mengalami gangguan jiwa,” ujarnya.

Kendati demikian, Yan Budi menjelaskan, pihaknya tidak berwenang untuk menentukan apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak.

Hal itu, ujarnya, akan ditentukan majelis hakim dalam persidangan.

“Itu persidangan yang menentukan. Kalau menurut hakim nanti memang mengalami gangguan jiwa, ya itu kewenangan hakim,” tandas dia. [pjst]