-->

Breaking

logo

September 6, 2020

Tak Hanya Kata 'Anjay', Komnas PA Juga Akan Laporkan Pelarangan Penggunaan Sebutan Alat Vital Sebagai Candaan

Tak Hanya Kata 'Anjay', Komnas PA Juga Akan Laporkan Pelarangan Penggunaan Sebutan Alat Vital Sebagai Candaan

NUSAWARTA - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) telah mengeluarkan surat edaran mengenai penggunaan kata Anjay di kalangan masyarakat.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan apda 29 Agustus 2020, Komnas PA melarang tegas penggunaan kata Anjay yang dimaksudkan untuk merendahkan seseorang.

Penggunaan kata Anjay untuk merendahkan hingga menjadi bahan candaan dinilai sebagai suatu bentuk kekerasan, dan bisa dipidanakan.

Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait memberikan penjalasan dan alasan larangan penggunaan kata Anjay yang menjadi kontroversi.

Tidak hanya kata Anjay, Arist juga menyinggung sebutan alat vital yang sering dijadikan sebagai bahan candaan anak di tongkrongan.

"Ada kata juga yang mengganti alat vital orang, dianggap itu lelucon, dianggap itu bahasa gaul, bahasa tongkrongan," kata Arist Merdeka Sirait dikutip Pikiran-Rakyat.com dalam kanal YouTube KH Infotainment pada Sabtu 5 September 2020.

Meski dipakai untuk candaan, Arist sebagai ketua umum Komnas PA dengan tegas menolak penggunaan sebutan alat vital untuk bahan gurauan.

"Enggak boleh, Komnas Perlindungan Anak tidak boleh membiarkan anak sekali pun itu bahasa gurau, atau bahasa tongkrongan, apa lagi bersumber merendahkan martabat," lanjutnya.

Sebelumnya Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengonfirmasi ada ribuan aduan masyarakat yang diterima oleh Komnas PA terkait permakaian kata dan istilah tersebut.

Arist menjelaskan penggunaan kata Anjay itu memiliki makna negatif yang berasal dari nama binatang, kata tersebut merupakan perpindahan nama bukan manusia ke kata Anjay.

"Kalau itu berkaitan dengan itu, maka kata Anjay dan kata lain yang bersumber pada kata Anjing itu harus dilarang, itu tidak mendidik anak, kita harus mendidik anak secara santun," tutur Arist.

Meski begitu, Arist mewajarkan penggunaan kata Anjay jika dilihat dari persfektif makna, misalkan untuk memuji sebuah produk atau seseorang.

Namun jika berujuan merugikan orang lain, Arist menegaskan penggunaan kata Anjay masuk dalam kategori kekerasan verbal hingga bisa dipidanakan.

Komnas PA mengimbau agar masyarakat berhenti menggunakan kata Anjay dengan tujuan untuk merendahkan seseorang atau menimbulkan rasa kebencian. [pkry]