-->

Breaking

logo

September 6, 2020

Ternyata Ini Alasan Erick Thohir Sebar Beberapa Mantan Bos Bank Mandiri ke Bank BUMN Lainnya

Ternyata Ini Alasan Erick Thohir Sebar Beberapa Mantan Bos Bank Mandiri ke Bank BUMN Lainnya

NUSAWARTA - Para bankir jebolan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. saat ini menempati posisi penting di sejumlah Bank Himbara dan perusahaan milik pemerintah. Apa alasannya?

Kasus terbaru adalah Menteri BUMN Erick Tohir menunjuk Dirut Bank Mandiri Royke Tumilaar menjadi Dirut PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 

Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance Mas Achmad Daniri mengatakan, alasan pemerintah karena menilai penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang dilakukan manajemen Bank Mandiri Group mampu membentuk bankir yang berdedikasi, loyal, dan berdaya saing. Kondisi ini membuat bankir Mandiri Group dapat ditempatkan di mana saja.

Bahkan, kata Daniri, kinerja Bank Mandiri dapat disejajarkan dengan bank-bank asing papan atas yang beroperasi di negeri ini karena telah menjadi candradimuka para bankir di Indonesia.

"GCG yang diterapkan di Bank Mandiri tetap dijadikan sebagai rujukan meskipun mereka pindah ke tempat lain. Zaman dulu, Citibank dijadikan sebagai candradimuka bagi para bankir, sekarang Bank Mandiri menjadi seperti Citibank. Jebolan Bank Mandiri dipakai bank-bank lain, bahkan di perusahaan nonbank," katanya seperti dikutip dalam rilis, Jumat (4/9/2020).

Daniri menambahkan, di Bank Mandiri juga terdapat subsidiary governance – induk dan anak perusahaan – yang tertata dengan baik sehingga menyatu dengan semangat kerja di institusi itu.

“Sebab banyak anak dan cucu perusahaan ada di Bank Mandiri. Mereka secara khusus membuat semacam pedoman subsidiary governance yang kemudian disahkan pada RUPS Bank Mandiri, dan ini tertata dengan baik," jelasnya dikutip bisnis.com.

Bank Mandiri sebagai bank milik pemerintah dinilai sukses menjadi modern dan sekaligus juga sebagai center of excellence.

Dia menambahkan, apabila mengikuti Undang Undang Perseroan Terbatas (UU PT), filosofinya adalah separate entity, pengelolaan dan aset perusahaan diatur secara terpisah supaya perusahaan mengatur dirinya sendiri.

“Berarti bagus pola pengaturan Bank Mandiri sehingga solid. Ke mana pun mereka pergi, pengaturannya tetap sama dan solid," sebutnya.

Adapun, selain Royke yang menjabat sebagai Dirut BNI, bankir Bank Mandiri juga menduduki posisi tinggi di bank BUMN lainnya. Misalnya, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso dan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pahala Mansury.

Selain Royke Tumilaar, ada juga diaspora Bank Mandiri yang ditugaskan di BNI yaitu, Silvano Rumantir sebagai Direktur Corporate Banking, David Pirzada sebagai Direktur Manajemen Risiko, Muhammad Iqbal sebagai Direktur Bisnis UMKM, dan Novita Widya Anggraini sebagai Direktur Keuangan.

Sementara, di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terdapat tiga bankir jebolan Bank Mandiri, yaitu Sunarso sebagai Direktur Utama, Agus Sudiarto sebagai Direktur Manajemen Risiko, dan Handayani sebagai Direktur Konsumer.

Adapun, di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sedikitnya ada empat bankir Bank Mandiri yang dipercayakan untuk menduduki posisi puncak.

Mereka adalah Pahala Mansyuri selaku Direktur Utama, Setyo Wibowo sebagai Direktur Enterprise Risk, Big Data & analytic, Jasmin sebagai Direktur Distribusi dan Ritel Funding, dan Nixon Napitupulu sebagai Direktur Keuangan. [bwl]