-->

Breaking

logo

September 4, 2020

Waduh, PBB Sebut Timor Leste Sebagai Salah Satu Negara Termiskin di Dunia

Waduh, PBB Sebut Timor Leste Sebagai Salah Satu Negara Termiskin di Dunia

NUSAWARTA - Timor Leste yang sebelumnya menjadi provinsi ke-27 di Indonesia masuk dalam daftar Indeks Kemiskinan Multidimensi Global (MPI) 2020.

Data tersebut dilaporkan pula oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) seperti dikutip dalam laman resminya, HDR UNDP.

UNDP sendiri merupakan salah satu sistem Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk memaksimalkan potensi negara-negara dunia dalam sisi pembangunan, termasuk di Timor Leste.

Sejak tahun 1999, UNDP berperan dalam pemulihan pasca-konflik saat Timor Leste menyatakan ingin merdeka.

Program tersebut melakukan pembangunan berkelanjutan dan kini berfokus menempatkan Timor Leste pada pemerintahan yang demokratis dan efektif.

Ditambah, berfokus pula dalam pengelolaan lingkungan yang ada di Timor Leste.

Berdasarkan laporan dari UNDP Timor Leste, sejak negara tersebut merdeka atau pada 20 Mei 2002 lalu, terdapat tiga bidang yang menjadi fokus UNDP untuk membantu Timor Leste berkembang.

Bidang-bidang tersebut bertujuan untuk membina budaya pemerintahan demokratis yang efektif dan efisien, pengurangan kemiskinan, pengelolaan sumber daya lingkungan, dan kohesi sosial serta pencegahan konflik.

Seperti diketahui, Timor Leste berada pada urutan ke-152 dari 162 negara termiskin di dunia.

Survey MPI 2020 pun menunjukkan bahwa Timor Leste memiliki nilai kemiskinan sebanyak 0,210 atau 45,8 persen.

Berdasarkan survey tahunan pada 2019, terdapat 559.000 orang yang berada di bawah kemiskinan atau 45,7 persen.

Jumlah tersebut lebih banyak dibanding tahun 2018 yakni sebanyak 581.000 orang.

Populasi yang termasuk parah mengalami kondisi kemiskinan di Timor Leste terdapat 16,3 persen menurut survey MPI 2020.

Di Timor Leste, terbilang ada 26,1 persen orang yang rentan mengalami kemiskinan.

Terdapat 27,8 persen rakyat Timor Leste yang mendapat kesehatan layak berdasarkan survey pada 2019 lalu.

Sementara dalam bidang pendidikan ada 24,2 persen orang yang berhasil memerolehnya.

Meski diduga kewalahan menghadapi kemiskinan, namun UNDP telah menargetkan pendanaan dan pengiriman ke Timor Leste dapat mencapai Rp161 miliar lebih agar masyarakatnya dapat sejahtera.

Salah satu kegiatan yang diadakan oleh UNDP dan bekerja sama dengan Kementerian Administrasi Negara Timor Leste yaitu mengadakan lokakarya untuk meninjau rencana pengembangan strategi di Kota Bobonaro pada 2019 lalu.

Kegiatan tersebut diadakan demi mendukung mendukung pengembangan kapasitas Pemerintah Kota dan membantu agenda pembangunan daerah. Tujuan lainnya adalah membuat masyarakat di Timor Leste dapat terhindar dari kemiskinan.

Belakangan, isu terkait Timor Leste yang ingin kembali bergabung dengan Indonesia pun tengah hangat dibincangkan publik seperti yang diberitakan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya.

Bahkan salah satu politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean membuka suara mengenai kabar tersebut.

Ia secara terang-terangan mendukung jika Timor Leste ingin menjadi bagian negara Indonesia seperti dulu.

"Secara pribadi saya mendukung Timor Leste kembali ke Indonesia," tulisnya dalam akun Twitter @FerdinandHaean3. [pkry]