-->

Breaking

logo

September 12, 2020

Wahai Para Menteri Jangan Bantah Gubernur DKI, Ayo Bersatu Jangan Bikin Malu!

Wahai Para Menteri Jangan Bantah Gubernur DKI, Ayo Bersatu Jangan Bikin Malu!

NUSAWARTA - Mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyarankan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk menemui langsung Presiden Jokowi untuk menyampaikan alasan pemberlakukan PSBB total di Jakarta.

“Sampaikan data yang bapak punya, bapak pernah dekat dengan beliau. Janganlah kesalahan data peminpin lalu mereka bersengketa di depan takyat yang jadi korban. Banyak orang meregang nyawa hari-hari ini,” kata Fahri melalui akun Twiternya, @Fahrihamzah, Sabtu (12/9).

Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu memahami perbedaan sudut pandang antara gubernur sebagai kepala daerah dengan pemerintah pusat.

“Terlebih dalam pengertian saya, gubernur DKI adalah walikota besar. Gubernur DKI lebih dekat dengan data, berbeda dengan Gubernur lain yg dijeda oleh bupati dan waikota,” katanya.

“Saya mengerti kesulitan posisi gibernur lainnya terhadap bupati dan walikota yang dipilih rakyat dengan afiliasi politik yang berbeda. Tapi @aniesbaswedan adalah satu2nya Gubernur yang merangkap walikota sebab seluruh pejabat itu ia angkat langsung tanpa pilkada,” tambah Fahri.

Fahri menyebut Anies mengakses data yang nyata. Anies memegang data yang mencemaskan. Lalu Anies menyampaikan menjadi dasar kebijakan baru, pembatasan ruang gerak manusia di ibukota.

“Tapi mengapa pemerintah pusat seperti berbeda? Apakah data mereka beda? Apakah ada sesuatu yg rahasia?,” tanya Fahri.

Dikatakan Fahri, Anies dan Jokowi adalah dua sahabat yang baik. Tapi Fahri heran mengapa keduanya tidak bisa bersatu selamatkan ibukota Jakarta.

“Kita dalam krisis dan reputasi sebuah ibukota tidak saja mempengaruhi daerah lain tapi citra kita di tingkat dunia. Blokade kepada Indoneia di mulai dari ibukota,” cetus Fahri.

Fahri mengingatkan para menteri untuk tidak membantah data Anies Baswedan. Para menteri tidak seharusnya menyerang Anies.

“Wahai para menteri, jangan bantah Gubernur DKI. Datanglah, bawa kabar kepada kepala negara bahwa DKI dalam bahaya. Lalu bikinlah pertemuan kabinet khusus, undang mantan anggota kabinet itu. Bicaralah. Bicaralah data dan sampaikan rencana kepada rakyat semua,” kata Fahri.

“Janganlah kalian nampak tenang dan baik2 saja sebab ternyata data pun kalian sengketa. Lalu rakyat menjadi korban karena korban berjatuhan bertambah banyak. Apa salah rakyat hingga kalian pejabat tidak bicara dan akhirnya kebijakan kalian bikin nestapa? Ayolah!,” pinta Fahri.

Menurut Fahri, rakyat menunggu pemerintah duduk bersila memastikan semua data yang akurat. Lalu mengambil keputusan yang berat. Tak mengapa, rakyat akan sabar dan terima; kebebasan dilarang, ekonomi terjun curam, tambah miskin dan kena PHk. Tak mengapa, asalkan sekali dan tuntas.

“Ayo bersatu, jangan bikin malu!,” pungkas Fahri Hamzah. [pjst]