-->

Breaking

logo

September 7, 2020

Walah! Ternyata Masih Ada Lho Menteri yang Belum Sowan ke Pak Wapres

Walah! Ternyata Masih Ada Lho Menteri yang Belum Sowan ke Pak Wapres

NUSAWARTA - Kabinet Indonesia Maju sudah menginjak usia hampir 11 bulan. Dalam rentang waktu itu, ternyata belum semua menteri sowan secara pribadi dan khusus bertandang ke Wapres KH Ma’ruf Amin. Baik di kantor Wapres atau di rumah dinas Wapres. Yang sering sowan cuma Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, dan yang terakhir Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Jubir Wapres, Masduki Baidlowi, menerangkan, semua menteri sebenarnya sudah bertemu dengan Kiai Ma’ruf. Namun, kebanyakan di acara formal. Seperti dalam rapat atau koordinasi. 

Untuk yang melakukan silaturahmi dan bertemu secara khusus, belum semuanya. Menteri yang paling sering bertemu adalah Airlangga, Agus Gumiwang, dan Erick Thohir. Hanya saja, pertemuan tersebut tidak banyak diberitakan dengan berbagai alasan. Apalagi belakangan ada orang yang menghubungkan dengan hoaks pergantian Wapres. 

"Di era seperti ini, hati-hati, karena banyak yang ingin mengadu domba,” ujarnya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Selanjutnya, kata Masduki, Kiai Ma'ruf juga pernah bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Pertemuan itu membahas soal perkembangan ekonomi syariah. 

Yang terbaru, Kiai Ma’ruf bertemu dengan Prabowo, Kamis pekan lalu (3/9). Pertemuan itu, kata Masduki, dalam rangka menjalankan tugas Presiden Jokowi. Prabowo melapor ke Wapres soal program food estate untuk menjaga ketahanan pangan di Kalimantan Tengah. Kata Masduki, Wapres mengapresiasi kunjungan tersebut karena secara etika sudah sangat tepat dan bagus. Prabowo mengetahui ke mana harus melapor. Apalagi usia Wapres lebih sepuh dan Prabowo paham adat ketimuran.

Meski belum semua menteri berkunjung secara khusus ke Wapres, Masduki memastikan tidak ada istilah sudah sowan atau belum. Sebab, meski belum dikunjungi, Wapres sudah bertemu dengan semua menteri dalam beberapa kali rapat. "Jadi, tidak ada pembedaan apa sudah sowan apa belum," tegasnya.

Sebelum pandemi, tambah Masduki, Wapres sebenarnya punya kebiasaan berolahraga jalan santai di pagi hari. Nah, sambil berolahraga, Wapres biasanya berkunjung ke kantor-kantor strategis. Di awal-awal masa jabatan, misalnya, Wapres berkunjung ke Mabes TNI AD, Mabes TNI AL, Kopassus, dan Polri. 

Rencana awalnya, agenda olahraga tersebut akan dilanjutkan ke beberapa tempat seperti kementerian. "Rencananya, kunjungan itu mau digilir. Namun, karena keburu ada pandemi, agenda tersebut terhenti," terangnya. 

Masduki memastikan, meski tak bertemu secara fisik, Wapres telah melaksanakan fungsi pengawasan secara baik dan tepat, serta berkoordinasi dengan menteri-menteri dalam menjalankan program. 

Masduki juga menerangkan, saat ini Wapres mendapat penugasan khusus dari Presiden Jokowi. Di antaranya mengentaskan kemiskinan, mengembangkan ekonomi syariah, memajukan UMKM, serta memerangi radikalisme dan transformasi birokrasi. 

Menanggapi peran Wapres dan relasi komunikasi para menteri dengan Wapres, pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan, secara de facto, Presiden dan Wapres adalah dwi tunggal. Tugas Wapres adalah membantu Presiden. Hanya saja, Wapres tidak boleh punya kebijakan sendiri. 

Karena itu, ia memaklumi jika ada menteri yang belum berkunjung secara pribadi ke kediaman atau kantor Wapres. Pertama, situasi dan kondisi sedang tidak memungkinkan akibat pandemi. Karyono melihat, Kiai Ma’ruf aktif dan menjalankan tugasnya dengan baik. Apalagi saat di masa awal-awal jabatan. Namun, setelah Maret, pandemi keburu datang sehingga koordinasi tak banyak terlihat di media.  

Kedua, tidak semua menteri di bawah koordinasi Wapres. "Wajar kalau menteri hanya melaporkan perkembangan program kepada Presiden," kata Karyono. 

Ia melihat, Kiai Ma’ruf saling berbagi peran dengan Jokowi. "Sekarang tinggal bagaimana Wapres menggunakan kewenangannya untuk memastikan agar menteri-menteri menjalankan program kebijakan sesuai visi-misi Presiden dan Wapres," ucapnya. [rmco]