-->

Breaking

logo

September 3, 2020

Waspada, Potensi Munculnya Penipuan Program Subsidi Gaji!

Waspada, Potensi Munculnya Penipuan Program Subsidi Gaji!

NUSAWARTA - Para pekerja diminta mewaspadai potensi penipuan hingga pencurian data terkait bantuan subsidi upah atau subsidi gaji (BSU). BPJS Ketenagakerjaan mendapati adanya upaya pencurian data via media sosial, menggunakan akun palsu yang mengatasnamakan BPJamsostek.

Direktur Utama BPJamsostek (BPJS Ketenagakerjaan) Agus Susanto menegaskan, syarat penerima BSU mutlak berdasarkan kriteria dari Permenaker 14 tahun 2020. Dengan begitu, jika ada pekerja yang kriterianya telah terpenuhi sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020 hanya tinggal menunggu dana ditransfer ke rekening.

“Kami mendapati ada upaya pencurian data via media sosial dengan menggunakan akun palsu yang mengatasnamakan BP Jamsostek," katanya dalam keterangan yang dikutip RRI pada Kamis (3/9/2020).

Jadi, katanya, para pekerja penerima BSU tidak perlu memberikan data atau informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal. Untuk wewenang pengkinian data terkait program BSU hanya dapat dilakukan oleh HRD perusahaan langsung ke sistem BPJamsostek.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai program BPJAMSOSTEK dan BSU, masyarakat dapat mengakses akun media sosial resmi BPJAMSOSTEK @bpjs.ketenagakerjaan pada Instagram, @bpjstkinfo pada platform Twitter, dan BPJS Ketenagakerjaan pada Facebook. Seluruh akun tersebut sudah berstatus Terverifikasi.

Agus Susanto mengharapkan kerja sama semua pihak agar proses pengumpulan nomor rekening pekerja calon penerima BSU ini berjalan lancar agar dana BSU yang diterima para pekerja peserta BPJamsostek dapat dimanfaatkan dengan baik dan perekonomian Indonesia kembali normal.

Seperti diketahui, penyaluran bantuan subsidi gaji Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan kepada pekerja berpenghasilan di bawah Rp 5 juta, pemerintah menggunakan data BPJamsostek. BPJamsostek bertugas mengumpulkan dan memvalidasi 15,7 juta pekerja yang akan menerima bantuan. Targetnya, penyaluran bantuan subsidi gaji yang diharapkan dapat menggairahkan daya beli masyarakat itu, diselesaikan hingga akhir September 2020. [rri]