-->

Breaking

logo

September 6, 2020

YLKI Kritik Maskapai Garuda Indonesia yang Izinkan Penumpang Duduk Berdampingan

YLKI Kritik Maskapai Garuda Indonesia yang Izinkan Penumpang Duduk Berdampingan

NUSAWARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik dengan tegas soal adanya kebijakan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang memperbolehkan penumpang duduk berdekatan dengan syarat satu keluarga.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menjelaskan, Kementerian Perhubungan atau Satgas Penanganan Covid-19 semestinya mengeluarkan aturan khusus terkait hal ini

“Kebijakan ini harus berbasis regulasi, yaitu diatur regulator atau ada intervensi pemerintah. Tidak bisa inisiatif maskapai. Nanti merusak tatanan,” tutur Tulus saat dihubungi pada Sabtu (5/9/2020).

Kata dia, aturan itu harusnya ditetapkan oleh regulator agar kebijakan duduk berdekatan tidak memicu preseden buruk bagi industri penerbangan di masa pandemi.

Walau demikian, Tulus menyebut posisi tempat duduk tanpa jarak bagi penumpang dengan status keluarga bukan sebuah larangan.

Kondisi itu, menurut dia, wajar dan logis. Hanya saja, masing-masing anggota keluarga yang menjadi penumpang maskapai harus dipastikan bebas dari Covid-19 berdasarkan hasil tes swab PCR atau rapid test yang menunjukkan non-reaktif corona.

Soal mekanisme jaga jarak atau physical distancing di dalam pesawat, Tulus mengatakan YLKI akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Pembahasan itu dilakukan pada Senin, 7 September mendatang.

Garuda sebelumnya mengumumkan bakal mengizinkan penumpang dalam satu keluarga dengan alamat KTP yang sama untuk duduk berdekatan dalam kabin. Namun, bagi penumpang yang bukan satu keluarga harus lebih dulu mendapatkan persetujuan dari penumpang lain. [tmp]